Breaking News

3 Bocah asal Desa Mereje Tewas Bersamaan Usai Tenggelam di Sebuah Waduk


Lombok barat - Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Dusun Batu Bagus Desa Mareje timur kec. Lembar, Akibat tiga orang siswa salah satu sekolah dasar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tewas akibat Tenggelam di salah satu embung di Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, pada Minggu petang (17/5/2020).

Kapolsek Lembar Ipda Boy Ari Purnomo, SH mengatakan bahwa koordinasi dilakukan dengan keluarga korban dengan mendatangi langsung Lokasi Kejadian dan Rumah orang tua korban. 

Peristiwa ini berawal dari Laporan Bhabinkamtibmas Desa Mareje tentang meninggalnya tiga anak -anak yang  sedang mandi di embung.

Personel Polsek lembar langsung mengecek Tempat kejadian di dusun batu bagus desa mareje kec. Lembar dan koordinasi dengan keluarga terkait meninggalnya ketiga korban.

"Kami mendapatkan laporan dari warga terkait musibah tersebut dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan menuju rumah masing-masing keluarga korban pada malam harinya," kata Kapolsek Lembar, Ipda Boy Ari Purnomo, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Senin (18/5/2020).

Ia menyebutkan tiga siswa sekolah dasar yang meninggal dunia tersebut adalah Nur Sakila Binti Awan (8), Abip Maulana Bin Sulakwan (9), dan Marfin Bin Atim (9).
Warga mengetahui kejadian tersebut setelah mendapatkan informasi dari teman-teman korban yang tidak ikut mandi.

Setelah mendapat informasi, warga langsung berlari ke lokasi dan langsung turun untuk melakukan pencarian korban. Setelah melakukan pencarian sekitar 10 menit, ketiga korban akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah lemas di dasar embung.

"Diperkirakan kedalaman embung atau waduk bantuan pemerintah tersebut kurang lebih satu setengah meter dan lokasinya lumayan jauh dari pemukiman warga," ujar Boy.

Ketiga korban dibawa ke Puskesmas Jembatan Kembar untuk mendapatkan pertolongan, namun petugas medis menyatakan ketiga korban sudah meninggal dunia.

Ketiga korban akhirnya dibawa pulang ke rumah duka.

Awan, ayah korban bernama Nur Sakila mengikhlaskan kepergian anaknya dan menganggap musibah tersebut adalah takdir dari Allah SWT.(*)

© Copyright 2022 - Savana News