Dewan Masjid NTB Tolak Politisasi Di Tempat Ibadah Dan Mengutuk Teror Bom di Surabaya - Savana News

Breaking

15 May 2018

Dewan Masjid NTB Tolak Politisasi Di Tempat Ibadah Dan Mengutuk Teror Bom di Surabaya



(SavanaNews.Com) Mataram - Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB menggelar silaturahmi dengan Takmir/Pengurus Masjid dan Imam Masjid se Kota Mataram di Aula Sekretariat Islamic Center.  Adapun tema dari sikaturahmi ini adalah "Peranan Masjid Sebagai Pusat Peradaban Pemberdayaan dan Kesejahteraan Umat" yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia NTB. (14/5).

Hadir Prof. H. Syaiful Muslim, MM Ketua MUI NTB, H. L. Mujitahid Dewan Syariah DMI NTB, Dr. Ir. H. Mashur Sekretaris DMI NTB, pengurus DMI, Para Takmir dan Imam Masjid Se Kota Mataram sebanyak 200 orang.

Kegiatan diawali penyampaian oleh Dr. Ir. H. Mashur selaku Sekretaris DMI NTB pada intinya menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan silahturrahmi dengan Takmir/pengurus Masjid dan imam Masjid sebagai bentuk sikap dan menghimbau agar Pilkada 2018 tidak menjadikan tempat ibadah sebagai arena berkampanye para calon legislatif. 

"Penggunaan tempat ibadah sebagai tempat berkampanye akan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat sehingga masjid rawan digunakan untuk ajang kampanye", tegasnya. 

Dimana situasi saat ini para pelaku terorisme dan radikalisme melakukan aksi pembunuhan di Mako Brimob dan bom bunuh diri di Gereja dan Polrestabes Surabaya sangat biadab dan tidak ada kemanusiaannya. 

Para pelaku terorisme saat ini gencar melakukan aksi teror seperti peristiwa di Mako Brimob dan bom bunuh diri di gereja serta Polrestabes surabaya yang memakan korban banyak, dimana dalam ajaran agama islam tidak membenarkan jihad seperti itu. 

Mari kita bersama-sama perangi kelompok terorisme dan paham radikalisasi supaya tidak berkembang di indonesia khususnya wilayah NTB" himbaunya. 

Sementaara itu,  Ketua MUI NTB Prof. H. Syaiful Muslim, MM menyampaikan bahwa tujuan kegiatan silahturrahi untuk memperpanjang tali silahturrahmi dengan Takmir/Pengurus Masjid dan Imam Masjid. Di samping itu, tahun 2018 merupakan tahun politik yang sering digunakan oleh Paslon maupun tim sukses dari masing-masing paslon untuk melakukan ajang kampanye di Masjid. 

"Mari kita bersama-sama menjaga marwahnya Masjid yang dipergunakan untuk melakukan yang semestinya seperti sholat berjamaah, pengajian dan dakwah tentang ajaran islam bukan untuk ajang kampanye", jelasnya. 

Ia pun berpesan  untuk itu para Takmir atau pengurus Masjid dan Imam Masjid agar menyampaikan kepada para jamaahnya bersama-sama menjaga dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan masjid agar tidak disalahgunakan untuk kampanye.

Di kesempatan yang sama Dewan Syariah DMI NTB H. L. Mujitahid menghimbau taknir/Pengurus Masjid agar menjaga manfaat dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah bukan ajang kampanye untuk memilih salah satu paslon yang dapat memecah belah ummat. 

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 17. 46 Wita yang ditutup deklarasi dan sholat gaib di Masjid Islamic  Center dapat berjalan dengan aman dan lancar. (SV.01)

Posyandu Keluarga, Jawaban Persoalan Masyarakat Desa

Lombok Tengah - Posyandu Keluarga tak hanya melayani aspek kesehatan namun juga mampu menjadi jawaban persoalan sosial masyarakat desa. Waki...

Archive