Dari LOBAR, Terima Kasih Para Donatur - Savana News

Breaking

27 August 2018

Dari LOBAR, Terima Kasih Para Donatur


(savananews.com) Giri Menang - Ia sembunyikan lelah penat tubuh yang sesaat terpancar dari raut mukanya. Ia berusaha untuk terlihat segar bila bertemu dengan warga pengungsi. Ia, pria itu, adalah orang Nomor 1 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid nyaris tidak pernah libur untuk terus turun menyaksikan langsung kondisi warganya. Sejak gempa kuat 7,0 Skala Richter mengguncang sesaat setelah waktu Isya' Hari Ahad, 5 Agustus 2018 lalu, Fauzan langsung turun melakukan monitoring dan dengan segera keesokan paginya mengumpulkan seluruh jajarannya Eselon 2 untuk membentuk Tim Tanggap Darurat.

Sejak hari itu, hampir tidak ada waktu baginya selain memikirkan dan mendampingi warganya yang mengungsi di ribuan tempat.

Seperti malam tadi, ia mengabaikan kepenatan tubuhnya setelah seharian mengunjungi beberapa lokasi di 4 Kecamatan.  Sejak pagi, Fauzan sudah "menongkrongi" Posko Gunung Sari untuk menyaksikan langsung pendistribusian bantuan logistik ke para pengungsi.

Seusai di situ, ia segera beralih ke Posko Utama di Kantor Camat Lingsar untuk menerima kunjungan Anggota DPR RI,  dan kemudian menyambangi warganya di Desa Sigerongan sekalian menunaikan ibadah Shalat Jum'at, lalu berkeliling di beberapa titik pengungsi di Kecamatan Lingsar dan seterusnya ke Desa Kuripan.

Sekitar pukul 20.30 Wita (24/08), Fauzan kembali hadir ke tengah para pengungsi di Kamp Desa Kekait. Kali ini, ia hadir untuk mengikuti acara "charity" yang diselenggarakan oleh sebuah Stasiun Televisi Nasional.

Stasiun Televisi itu adalah TVOne,  sebuah televisi yang dikenal sebagai televisi berita dan memiliki acara talkshow kesohor di tanah air itu.

Acara Amal itu bertajuk "Duka Lombok, Duka Kita Semua" itu disiarkan langsung mulai pukul 20.00 WIB.

Fauzan beserta ratusan pengungsi menyaksikan acara tersebut dari layar TV dengan didampingi oleh sejumlah Kepala OPD dan belasan Marinir AL yang bertugas di kamp  pengungsian itu.

Sampai dengan pukul 22.00 WIB waktu di Studio TV itu atau sudah pukul 23.00 waktu di pengungsian, belum ada tanda-tanda Fauzan akan diwawancarai.

Fauzan tidak nampak lelah, justru para pengungsi yang mulai undur satu demi satu karena terserang kantuk. Sampai kemudian tiba saatnya Fauzan menuturkan ke seluruh pemirsa di Nusantara tentang kondisi Lobar pasca gempa.

Dalam kesempatan kurang dari lima menit, Fauzan menuturkan tentang dampak gempa bagi 220-ribuan warganya di mana lebih dari 170-ribuan saat ini masih berdiam di pengungsian.

Ia pun menuturkan tentang trauma dan ketakutan yang masih membayangi ratusan ribu warganya. Tidak lupa ia menyentil soal berita hoax yang ikut memberi nuansa ketakutan lebih bagi warganya.

Terakhir, Fauzan menuturkan optimismenya tentang penanganan bencana.

"Dalam mendistribusikan bantuan, kita sudah membuat sistem pendistribusian logistik, termasuk  melibatkan ASN. Pendistribusian ini juga punya zona wilayah. Dengan sistem ini, tidak hanya yang dekat dengan posko saja yang mendapat bantuan, namun sampai wilayah-wilayah pelosok," tutur Fauzan sambil berujar bahwa tidak menutup kemungkinan juga ada pengungsi yang belum mendapat jatah.

"Kita harap Ketua RT dan Kepala Dusun aktif melapor. Semua kebutuhan pokok akan kami penuhi," pungkasnya.

Dalam penggalangan dana itu, sekitar sepuluh milyar terhimpun untuk gempa di Nusa Tenggara Barat.

Presenter kondang Karni Ilyas nampak di televisi lalu lalang memberikan plakat penghargaan kepada para pengusaha dan perorangan yang mau menyisihkan anggarannya untuk para korban gempa.

Perusahaan Bakrie Brother, Agung Sedayu Permai dan Artha Graha Peduli, Telkomsel, BI, BRI, BNI, bank Mandiri, Kopi Luwak, dan beberapa perusahaan lain memberikan Corporate Social Responsibility-nya untuk para korban gempa.

Perusahan-perusahan itu pun diikuti oleh perorangan dari politisi yang cukup akrab di mata pemirsa Indonesia Lawyers Club karena kerap menjadi pembicara. Bahkan seorang Kepala Sekolah SMA di Kota Bekasi membawa Rp. 60an juta sumbangan para muridnya di acara tersebut.

Sementara itu, desaigner kondang Bunda Ana berkesempatan memamerkan fashion karya terbaiknya untuk dilelang. Hasil pelelangan baju itu seluruhnya disumbangkan pada acara itu.
Salah seorang penonton bernama Laras pun tertarik membeli baju hasil rancangan Bunda Ana. Laras membeli seharga Rp.150 juta walau ditawarkan harga pembuka sebesar Rp. 100 juta.

Usai wawancara, Fauzan menyampaikan terima kasihnya kepada semua donatur, baik yang terlibat pada acara tersebut maupun yang telah membantu secara langsung di wilayah-wilayah terdampak.

"Atas nama masyarakat Lobar, sy menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberi bantuan ke kami, baik dalam bentuk barang, dana, relawan, tenaga, bahkan pikiran. Kami tidak bisa bila sendiri," pungkas Fauzan sesaat sebelum berlalu. (*)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive