MENGHADAPI GEMPA, PEMKAB LOBAR BENTUK POSKO UTAMA - Savana News

Breaking

7 August 2018

MENGHADAPI GEMPA, PEMKAB LOBAR BENTUK POSKO UTAMA


(savananews.com) Lobar  - "Kita serba sulit. Dapur Umum, tenda, dan relawan masih menangani dan diperbantukan ke Kab. Lombok Utara (KLU)  dan Lombok Timur (Lotim). Tanggap darurat di sana kan diperpanjang?," ujar Bupati Lombok Barat Haji Fauzan Khalid ketika mengunjungi posko pengungsi di Desa Selat Kecamatan Narmada, Senin (6/08).

Komentar tersebut serasa berat diakui Fauzan menanggapi permintaan warganya atas tenda umum, terpal, dan dapur umum. 

Gempa yang kembali mengguncang Pulau Lombok dengan kekuatan 7 Skala Richter malam hari lalu (5/08) benar-benar meluluh lantakkan desa itu. 

Kepala Desa Selat Abdul Kadir memperkirakan paling sedikit 87 rumah rata dengan tanah. 

"Lebih dari 90% rusak parah, tidak mungkin bisa ditinggali. Semua warga tidak ada yang berani tidur dekat bangunan" tutur Kadir. 

Ia tidak bisa memperkirakan kerugian material yang diderita para warganya. Kadir hanya bisa mensyukuri, tidak ada korban jiwa di desanya. Namun beberapa orang mengalami luka-luka akibat terkena reruntuhan. 

Berbeda dengan kondisi di Desa Dopang. Fauzan sangat sedih setelah tahu setidaknya ada dua korban jiwa meninggal akibat gempa tersebut. Ketika ia nengunjungi rumah Kepala Desa Dopang, Harun, sang Kepala Desa dengan mimik sedih menunjuk kerusakan massif yang melanda rumah-rumah warganya, bahkan rumahnya sendiri. 


Kunjungan langsung itu adalah lanjutan setelah semalam beberapa saat sesudah gempa, ia turun langsung mengunjungi para korban di Puskesmas Gunung Sari.

Haji Fauzan Khalid pun segera membentuk tim penanganan darurat gempa di Lobar. 

"Ada empat kecamatan yang paling parah, Gunung Sari, Batulayar, Lingsar dan Narmada," jelas Fauzan yang kemudian menetapkan Posko Utama ada di Kantor Kecamatan Lingsar.

Fauzan meminta seluruh jajarannya untuk segera secara swadaya membantu penyiapan tanggap darurat berupa penyediaan logistik, selimut, air minum, dan sebisa mungkin menyiapkan tenda. 

"Sebisa mungkin semua ASN menyumbangkan selimut atau sarung. Kasihan para pengungsi yang kedinginan," ujar Fauzan prihatin. 

Sebelum meninjau lokasi, Fauzan bertemu dengan Ketua Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia, Haryanto yang tergerak hatinya membantu korban gempa. Secara simbolis, Haryanto menyerahkan sumbangan telur ayam, mie instan, dan air minum kemasan. 


Cobaan seperti tidak ada habisnya mendera Pulau Seribu Masjid ini. Akibat gempa tersebut, menurut Fauzan berdasarkan informasi dinas kesehatan, telah mengakibatkan 16 jiwa meninggal. Secara keseluruhan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sementara ini baru 98 korban yang dilaporkan meninggal dunia.

Akibat itu belum termasuk kerugian infrastruktur. Rumah Pribadi Fauzan sendiri mengalami kerusakan, walau terhitung sedang. Infrastruktur pelayanan publik pun harus dikaji terlebih dahulu untuk keamanan konstruksinya. (*)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive