Prajurit Lanal Mataram pecah jadi dua ditengah pandemi Covid-19 - Savana News

Breaking

14 July 2020

Prajurit Lanal Mataram pecah jadi dua ditengah pandemi Covid-19


Mataram - Usai laksanakan apel seperti biasa dan laksanakan olah raga pasukan Lanal Mataram terpecah menjadi 2 menuju sasaran. Selasa (14/7).

Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., menyampaikan bahwa ketahanan Pangan merupakan bagian dari Ketahanan Negara dan sampai hari ini, Pangkalan TNI AL Mataram (Lanal Mataram) berperan aktif dalam mendukung program pemerintah pusat mengenai program ketahanan pangan nasional.

Paspotmar Mayor Laut (K/W) Ni Nyoman Arya Suciati, Kowal dan PNS wanita serta warga Komplek Lembar mengisi kegiatan pagi hari dengan merawat kebun yang telah disemai bibit sayuran serta panen sebagian hasil yang telah siap konsumsi diantaranya jagung, pare, terong, kacang panjang dan kubis termasuk buah pepaya serta jeruk dilahan kosong milik Lanal Mataram yang berada di Lembar.

Diwaktu yang sama tempat berbeda Kaur, Binpuan Spotmar Kapten Laut (P) Musliman, S.H., beserta prajurit prianya menuju halaman belakang Wisma Bahari di jalan Pejanggik menggasak permukaan tanah dengan cangkul membuat bidang lahan yang akan di tanami sayur mayur.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, pagi ini lahan-lahan kosong milik Lanal Mataram menjadi sasaran para prajurit dan PNS nya yang mengimplementasikan sebuah perintah dari pimpinan melalui Kolonel Laut (P) Suratun, S.H., sebagai komandan Lanal Mataram.

Dalam kesempatan ini Danlanal Mataram yang melihat langsung para prajuritnya sangat antusias menggarap lahan dan merawat kebun yang telah ada. Beliau mengucapkan terima kasih atas semangat anggotanya.

"selain memanfaatkan lahan tidur seperti ini kita juga dapat manfaat dari berjemur dan olah gerak bercocok tanam dapat meningkatkan imunitas tubuh." Ungkap Komandan Lanal mataram. (*)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive