Peletakan Batu Pertama Masjid Tertua di Sekotong Dihadiri Para Pejabat dan Tuan Guru - Savana News

Breaking

24 August 2020

Peletakan Batu Pertama Masjid Tertua di Sekotong Dihadiri Para Pejabat dan Tuan Guru

Lombok barat - Sejumlah pejabat daerah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raudatul Muslimin Dusun Telaga Lebur Kebon Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Minggu 23 Agustus 2020.  Adapun para pejabat dinas OPD Lombok Barat yang hadir yakni Kadis Perumahan dan Pemukiman (Kadis perkim), Kadis DPMPTSP, Kadispora, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kasatpol PP ,Kadis Dikbud, Kadis Kominfo dan Kadis Sosial.


Selain itu Gubernur NTB yang di undang diwakilkan kepada Karo Kesra Setda Provinsi NTB, Ahmad Mashuri. Sambutan atas nama Gubernur NTB Di sampaikan oleh Karo Kesra Setda NTB,Ahmad Mashuri. "Pada kesempatan kali ini saya mewakili dua sekaligus,yakni Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,beliau tidak bisa hadir karena pada hari ini beliau menerima kunjungan Bapak Mentri Pertanian,"kata Karo Kesra dalam sambutannya atas nama gubernur. 


Sedangkan Bupati Lombok Barat yang rencananya hadir untuk peletakan,dalam kata kata sambutan di bacakan oleh Kadis Dikbud,H.Nasrun.Dalam sambutan yang di bacakan sekitar dua halaman tersebut,Bupati Lombok Barat secara garis besar menekankan pada pentingnya masjid. Masjid Raudatul Muslimin merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Sekotong.Namun seiring waktu dengan bertambahnya penduduk,bangunan masjid yang awalnya berlantai tanah dan berbentuk sangat sederhana,mengalami beberapa kali renovasi,hingga berubah dari bentuk aslinya. 

"Setelah mengalami beberapa kali renovasi,bangunan masjid Raudatul Muslimin berubah seperti saat ini yakni seperti bangunan masjid pada umumnya,"kata H.Abdul Hamid,tokoh masyarakat Dusun Telaga Lebur. 


Menurut H.Abdul Hamid pada saat menyampaikan sekapur sirih sejarah Masjid Raudatul Muslimin pada acara tersebut.Ia menyampaikan bahwa masjid ini merupakan sejarah napak tilas penyebaran islam waktu telu di ujung Selatan Lombok Barat, khususnya di Dusun Telaga Lebur.Bukti sejarahnya ia tunjukkan secara fisik dalam bentuk masjid,kendi (bong) tempat wudhu,Al-Qur'an tulis tangan,khotbah kuno,tasbih,dll,yang masih ia simpan dan jaga secara turun temurun."Meskipun beberapa kali di renovasi,hanya satu yang tidak kami rubah yakni luas bangunan di tiang tengah Masjid Raudatul Muslimin yakni berukuran 8x8 meter persegi,"ucap mantan Sekdes Sekotong Tengah tersebut. 


Ia juga menyebutkan di hadapan para undangan,bahwa nenek moyang masyarakat Dusun Telaga Lebur berasal dari Bayan Lombok Utara. "Secara bahasa,masyarakat disini menggunakan bahasa bayan,yakni kalau mengucap lauq (Selatan) kami bilang daye (Utara),"ungkapnya. Selain para kepala OPD sejumlah pejabat lainnya juga turut hadir,yaitu Camat Sekotong,Camat Labuapi,Camat Lembar,Kapolsek Sekotong,Danramil serta tokoh masyarakat Lombok Barat, HL.Daryadi atau Mik Tuan Dar. 

Sedangkan anggota DPRD Lobar dapil 2 Lembar-Sekotong yang hadir yaitu H.Hamdi (PKB) dan H.Herman (Berkarya). 


M.Hairuzzubaidi,S.Pt dalam laporannya menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para pejabat serta para tuan guru di tempat acara.Wartawan Suara NTB asal Dusun Telaga Lebur ini juga menyatakan bahwa pembangunan masjid Raudatul Muslimin di mulai dengan adanya semangat gotong royong warga masyarakat dalam bentuk pengumpulan dana yang masih minim. "Masjid Raudatul Muslimin di bangun dengan ukuran 17 x 21 meter di atas lahan sekitar 5 are dengan dana awal sekitar 200 juta,"ujar Heru. 


Semangat para jamaah semakin menggebu untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan,hal tersebut di sebabkan oleh penyampaian Kadis Perkim Lobar yang juga Sekretaris NU NTB,HL.Winengan. Kadis Perkim Lobar H.L.Winengan turut memberikan siraman kalbu tentang keutamaan membangun masjid. Acara di tutup dengan doa oleh TGH.Ilham Gerung,selanjutnya peletakan batu pertama di tempat yang telah di tentukan. (*)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive