
Bulog NTB Ditarget Serap 240 Ribu Ton Setara Beras pada 2026, Perkuat Gudang dan Sinergi TNI–Pemda. Foto : (Istimewa)
SAVANANEWS — Pemerintah menugaskan Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyerap komoditas pangan setara beras sebanyak 240.660 ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut menjadikan NTB kembali sebagai salah satu provinsi dengan volume pengadaan beras terbesar secara nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga memberikan penghargaan kepada Kepala Kanwil Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, atas capaian kinerja pengadaan beras pada tahun 2025.
“Target serapan tahun ini sebesar 240.660 ton setara beras. Pengadaan tetap dilakukan terhadap gabah dan beras sekaligus, karena kami ingin memaksimalkan percepatan serapan saat panen raya dengan kesiapan Bulog bersama mitra pengadaan,” ujar Siregar, yang akrab disapa Regar.
![]() |
| Foto : (Istimewa) |
Berdasarkan rencana pengadaan, Bulog NTB menargetkan serapan gabah kering panen (GKP) sebesar 407.443 ton, gabah kering giling (GKG) 24.196 ton, serta beras 18.315 ton, dengan total setara 240.660,5 ton beras. Target tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja, meliputi Kantor Cabang Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur.
Untuk mendukung pencapaian target, Bulog NTB menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan pihak swasta.
“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta untuk digunakan Bulog, agar target serapan perusahaan bisa tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” kata Regar.
Selain itu, Bulog NTB juga memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dengan TNI dan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan titik-titik panen, serta pengawasan harga agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Terkait harga, Bulog memastikan kebijakan HPP masih sama seperti tahun sebelumnya. Perusahaan siap menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk harga, Bulog siap membeli GKP Rp6.500 per kilogram, GKG Rp8.200 per kilogram, dan beras Rp12.000 per kilogram, dengan syarat kualitas sesuai standar HPP,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog NTB optimistis target serapan gabah dan beras tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di daerah.
Sebagai perbandingan, target pengadaan setara beras pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 181.925 ton. Realisasinya menembus 189.862 ton atau sekitar 104,36 persen dari target.
Menurut Regar, capaian tersebut tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, petani, mitra penggilingan padi, serta seluruh pemangku kepentingan di NTB. (Red)

