![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menerima audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri di ruang kerjanya |
Mataram — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan bahwa saat ini Pemprov NTB memfokuskan pembangunan pada tiga agenda besar, dengan prioritas utama yakni ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan hingga menjadikan NTB menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Berkaca pada tingkat kemiskinan di NTB berada di angka 12
persen, dengan 2 persen tergolong miskin ekstrem atau sekitar 114 ribu jiwa
yang tersebar di 106 desa. Menjadi alasan Pemprov NTB mencari jalan keluar
untuk pengentasannya salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan.
“Permasalahan kemiskinan menjadi akar dari berbagai
persoalan di NTB. Sekitar 60 persen masyarakat berprofesi sebagai petani,
sehingga penguatan sektor pertanian menjadi kunci utama. Termasuk yang saat
kami lakukan ada namanya program desa berdaya,” jelas Gubernur Iqbal saat
audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri di
ruang kerjanya (13/4).
Selanjutnya di sektor pertanian, gubernur yang akrab disapa
Miq Iqbal itu, menjelaskan NTB saat ini tercatat sebagai salah satu penghasil
jagung terbesar di Indonesia, sementara produksi berasnya masuk dalam 10 besar
nasional. Untuk upaya peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan terus
dilakukan melalui revitalisasi sistem irigasi.
“Saat ini, kaki melakukan optimalisasi lahan (Oplah),
hasilnya sekitar 14 ribu hektare lahan telah mendapatkan pengairan, yang
memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga sampai empat kali dalam
setahun”, terangnya.
Di sisi lain, upaya pemprov NTB untuk tetap menjadi produsen
jagung terbesar terus didukung, namun kata Iqbal harus tetap mempertimbangkan
dampak yang lainnya seperti penyediaan lahan tanam tidak harus merusak hutan.
Oleh karena itu dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, menawarkan solusi
yakni melalui penerapan sistem tumpang sari.
“Yang sudah terlanjur mungkin susah. Lahan yang belum
ditanami jagung kita diarahkan untuk ditanami pohon penopang seperti tanaman
buah guna menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem,” jelas Gubernur
Iqbal.
Tak lupa Gubernur miq Iqbal juga menyebut sebagai produsen
jagung yang besar harus barengi dengan langkah yang berkesinambungan melalui
industrialisasi, agar efek sebagai produsen dirasakan langsung ke masyarakat
bukan hanya diekspor keluar. Sebagai bentuk dukungan terhadap industrialisasi
pertanian, Pemprov NTB telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian
Republik Indonesia. dengan nilai investasi senilai Rp1,3 triliun.
“Kita sudah ada MOU bersama Kementan untuk pengembangan
industri jagung, termasuk penyediaan pangan hingga sektor pakan”, lanjutnya.
Selain itu, sektor pariwisata juga terus dikembangkan untuk
menjadikan destinasi wisata yang berkelas dunia, tentunya melalui perbaikan
sarana hingga sistem tata kelola disetiap destinasi unggulan. Saat ini sudah ada
tujuh destinasi wisata berstandar internasional, dan untuk tahun ini, tiga
destinasi lainnya sedang dalam tahap pengembangan," kata Miq Iqbal.
Sebelumnya perwakilan Tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN)
Serdik Sespimti Polri Irjen Pol. Drs.
Agus Djaka Santoso mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan menggali potensi
serta karakteristik daerah sebagai bagian dari penguatan kebijakan nasional yakni
“Ketahanan Pangan dalam mendukung Indonesia Emas”.
“Kami ke sini, ingin melihat potensi hingga strategi
pembangunan daerah khususnya di sektor pangan serta kesejahteraan masyarakat”.
jelas Agus selaku Widiaswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sekolah Tinggi
Pimpinan Polri itu.

