Lombok Tengah – Balapan putaran perdana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series berlangsung sangat ketat untuk setiap kelas yang dilombakan pada Race 1, Sabtu (25/4/). Tercatat selisih catatan waktu pemenang setiap kelas dengan barisan pembalap di belakangnya sangat tipis.
Cuaca panas terik dengan suhu
lintasan di atas 50° Celcius di Pertamina Mandalika International Circuit,
Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi tantangan bagi semua pembalap untuk
mengatur stamina sekaligus kinerja mesin di putaran tinggi.
CEO PRIDE Motorsport, Eddy
Saputra selaku promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series di
akhir balapan Race 1 menjelaskan, balapan hari ini berjalan dengan lancar.
“Di tahun 2026 ini, balapannya
sudah menambah satu kelas lagi untuk kelas junior, yaitu Junior Sport 250, di
mana kami rasa kelas ini diperlukan untuk menjadi batu loncatan mereka untuk
bisa berprestasi di tingkat balapan yang lebih tinggi. Contohnya di Asia atau
di level balapan dunia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, yang menjadi
patokan adalah bahwa umur yang ditentukan di balapan Asia dan di Eropa itu
adalah minima 13 tahun. Jadi, kita tidak mau terlambat seperti yang sudah-sudah.
“Kalau bisa 13 tahun pun mereka
sudah siap untuk terbang balap di Asia dan di kelas-kelas Eropa atau kelas
dunia. Itu adalah harapan kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eddy Saputra
menambahkan, Begitu mereka masuk di balapan tersebut, tidak menjadi juru kunci
atau jadi pemanis, mereka dalam itu sudah bisa balap untuk bersaing dengan
pembalap-pembalap top di sana. Jadi, balap hari ini semua dari kelas yang baru
itu berjalan baik dan lancar.
"Kelas lainnya, Junior Sport
150cc U-15, itu ya sekarang bergantian lama menjadi Indonesia Junior Talent
Cup, itu juga berjalan dengan baik dan lancar, di mana adik-adik ini
mencurahkan semua kemampuan, tenaga, dan keberaniannya untuk bisa berprestasi
di kelas yang pembinaan ini," tambahnya.
"Di kelas yang lainnya juga berjalan lancar. Kelas senior National Sport
150cc dan 250cc seperti biasa, balapan berlangsung dengan seru dan ketat.
“Memang pemenangnya ditentukan
oleh nasib baik si pembalap tersebut," tutupnya.
Balapan Race 1 kelas pembibitan
Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15 pada putaran perdana Pertamina
Mandalika Racing Series 2026 menghadirkan pertarungan ketat sejak lap awal
hingga garis finis di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (25/4).
Dengan total 31 pembalap yang
start, persaingan di kelas pembinaan usia muda ini berlangsung sengit, bahkan
margin kemenangan hanya terpaut setengah detik.
Pembalap asal Jawa Tengah, Resky
YH, tampil sebagai pemenang setelah menyelesaikan 8 lap dengan waktu total 17
menit 00,593 detik. Ia unggul tipis 0,555 detik atas pesaing terdekatnya,
Anindya Baskoro Setiawan. Sementara posisi ketiga diamankan oleh Clevan L.
Valera Octavianuz dengan selisih hanya 0,632 detik dari pemenang.
Dominasi Resky tak hanya terlihat
dari hasil akhir, tetapi juga dari catatan waktu terbaik. Ia membukukan fastest
lap 2 menit 04,979 detik, sekaligus menjadi yang tercepat sepanjang balapan.
Meski sempat menerima long lap penalty yang dijalankan pada lap kedua, Resky
tetap mampu menjaga ritme dan mempertahankan posisi terdepan hingga finis.
National Sport 150cc
Fahmi Basam dari DKI Jakarta
berhasil keluar sebagai pemenang Race 1 di kelas National Sport 150cc setelah
menyelesaikan 8 lap dengan catatan waktu 15 menit 37,475 detik. Kemenangan ini
diraih dengan margin yang sangat tipis, hanya 0,081 detik dari Aldiaz Aqsal
Ismaya asal Nusa Tenggara Barat yang finis di posisi kedua. Sementara itu,
podium ketiga diamankan oleh Fadli Rigani dari Jawa Barat dengan selisih 0,280
detik dari pemenang.
Ketatnya persaingan di barisan
depan terlihat dari lima pembalap teratas yang finis dalam rentang waktu kurang
dari satu detik. Selain tiga besar, Andi Muhammad Fadly dan Chessy Meilandri
turut menempel ketat di posisi keempat dan kelima dengan gap masing-masing
0,479 detik dan 0,552 detik. Bahkan hingga posisi ketujuh, selisih waktu masih
berada di bawah satu detik, menunjukkan level kompetisi yang sangat merata di
kelas ini.
Junior Sport 250cc U-18
Balapan kelas baru Junior Sport
250cc U-18 menghadirkan dominasi sekaligus persaingan menarik. Berlangsung
selama 8 lap, kelas ini menampilkan performa impresif para pembalap muda dengan
kecepatan yang semakin kompetitif.
M. Abid Ashar Musyafa dari DKI
Jakarta tampil luar biasa dengan mengamankan kemenangan meyakinkan setelah
mencatatkan waktu total 14 menit 58,702 detik. Ia unggul cukup jauh, yakni
9,399 detik dari Abimanyu Bintang Permadi asal DIY yang finis di posisi kedua.
Sementara podium ketiga diraih Ahmad Azel Savero dari Kalimantan Selatan dengan
selisih 16,695 detik dari pemenang.
Race 1 National Sport 250cc
menghadirkan pertarungan sengit dengan level kompetisi yang sangat tinggi.
Berlangsung selama 10 lap, balapan ini memperlihatkan duel rapat antar pembalap
elite nasional dengan selisih waktu yang nyaris tak terpisahkan hingga garis
finis.
Andi Farid Izdihar dari DIY
berhasil keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu total 18 menit
21,941 detik. Ia harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi terdepan dari
tekanan Aldiaz Aqsal Ismaya asal Nusa Tenggara Barat yang finis di posisi kedua
dengan selisih hanya 3,027 detik. Posisi ketiga ditempati Candra H dari
Kalimantan Timur dengan gap tipis 3,132 detik dari pemenang.
National Supersport 600cc
Pertarungan Race 1 National
Supersport 600cc pada putaran perdana Pertamina Mandalika Racing Series 2026
menyajikan duel kelas atas yang menegangkan hingga garis finis Dengan kecepatan
tinggi dan selisih waktu yang sangat tipis, kelas ini menjadi salah satu
tontonan paling dramatis di hari balap.
Herjun Atna Firdaus dari Jawa
Tengah berhasil keluar sebagai pemenang setelah menuntaskan 10 lap dengan
catatan waktu 16 menit 41,646 detik. Kemenangannya diraih dengan margin yang
nyaris tak terlihat, hanya 0,143 detik dari Mhd. Faerozi Toreqottullah asal
Jawa Barat yang finis di posisi kedua. Sementara itu, Rheza Danica Ahrens
mengamankan podium ketiga dengan selisih 4,414 detik dari pemenang.
Sejak awal balapan, duel antara
Herjun dan Faerozi sudah terlihat sangat ketat. Keduanya konsisten mencatat
waktu lap di kisaran 1 menit 39 detik, saling menekan tanpa memberi ruang
hingga lap terakhir. Ritme tinggi yang dijaga sepanjang balapan membuat persaingan
di posisi terdepan berlangsung intens dan penuh tekanan.
Underbone 150cc
Di kelas underbone 150cc, M
Syirat Syauki memenangkan balapan dengan catatan waktu 15 menit 57, 275 detik.
Disusul pembalap pemenang kedua, Rendi Oding, dengan selisih sangat tipis 0,005
detik. Munyusul di posisi ketiga M Jordan Badaru dengan selisih 0,476 detik.
Pertarungan sepanjang 8 lap
meyuguhkan persaingan paling ketat, posisi pertama hingga ketujuh selisihnya
kurang dari 0,837 detik menggambarkan persaingan pada kelas ini sangat sulit
ditebak pemenangnya sepanjang lomba.
Apresiasi MGPA
Menanggapi ketatnya jalannya
balapan tersebut, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menilai bahwa
persaingan yang terjadi bukan hanya menunjukkan kualitas individu pembalap,
tetapi juga perkembangan ekosistem balap nasional secara keseluruhan.
“Persaingan yang sangat ketat di
semua kelas hari ini menunjukkan bahwa pembinaan balap di Indonesia berjalan ke
arah yang positif. Selisih waktu yang tipis, bahkan hingga seperseratus detik,
menandakan kemampuan para pembalap sudah sangat kompetitif dan merata,” ujarnya.
Priandhi Satria yang juga
menyoroti bagaimana para pembalap mampu menjaga performa di tengah kondisi
cuaca yang menantang. Menurutnya, faktor fisik, strategi, hingga kesiapan tim
menjadi kunci penting dalam menghadapi balapan dengan suhu lintasan tinggi.
“Balapan di Pertamina Mandalika
International Circuit lebih dari sekadar kecepatan, tetapi juga manajemen
stamina, konsistensi, dan strategi. Dengan suhu lintasan yang tinggi, pembalap
dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur ritme. Ini yang membuat balapan
semakin menarik sekaligus menantang,” lanjutnya.
Lebih jauh, Priandhi Satria
menegaskan bahwa kualitas persaingan seperti ini menjadi indikator positif bagi
masa depan motorsport Indonesia. Ia melihat potensi besar dari para pembalap
muda hingga senior yang tampil kompetitif di seri pembuka ini.
“Kami melihat potensi besar dari
para pembalap, baik di kelas pembinaan seperti IJTC hingga kelas tertinggi
600cc. Ini menjadi fondasi penting untuk mendorong mereka ke level yang lebih
tinggi, termasuk ke kejuaraan internasional,” tambahnya.
Priandhi Satria mengajak para
pecinta balap untuk terus mendukung jalannya Pertamina Mandalika Racing Series
sebagai wadah pengembangan talenta nasional.
“Kami mengajak seluruh pecinta
motorsport untuk datang dan menyaksikan langsung balapan Pertamina Mandalika
Racing Series pada Race 2 yang berlangsung Minggu (26/4) Ada sesi Pitwalk dan
Opening Ceremony yang luar biasa, jadi jangan lewatkan kesempatan ini,” tutup
Priandhi Satria. (Red)

