Lombok Tengah - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
Lombok Tengah saat ini sedang mengembangkan produk tepung mocaf di Kawasan
Sentra IKM. Produk berbahan dasar singkong ini merupakan inovasi yang dilakukan
untuk menciptakan makanan sehat.
Produksi Mocaf Sentra IKM Lombok Tengah
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag
Lombok Tengag, Baiq Yuliana Sapriani mengatakan, tepung mocaf memiliki
kelebihan dari tepung biasa yakni bebas gluten dan bisa dikonsumsi oleh
berbagai kalangan termasuk orang yang mengidap diabetes.
“Kenapa mocaf ini bebas gluten,
karena cara pengolahannya dan perlakuannya berbeda dengan tepung tapioca pada
umumnya,” ujarnya.
Dari segi harga, lanjut Baiq
Yuli, tepung mocaf 50 persen lebih tinggi dari harga tepung taipoka di pasaran.
“Harga mocaf berkisar Rp30 ribu hingga Rp38 ribu per
kilogram, sedangkan tapioka cuman Rp10 ribu perkilo,” jelasnya.
Ditambahkan, bahwa produksi mocaf
saat ini masih dalam skala terbatas. Meski begitu, pasar mulai terbuka. Produk
tersebut bahkan sudah dikirim ke Bali dengan volume sekitar satu kuintal.
“Selain dipasarkan ke luar
daerah, mocaf juga mulai diperkenalkan melalui berbagai pameran. Tanggapan
pasar dinilai cukup positif. Apalagi produk ini sudah mulai masuk ke sejumlah
ritel modern,”imbuhnya.
Meski demikian, pengembangan industry
mocaf memiliki kendala seperti keterbatasan alat produksi, terutama kapasitas
alat pengering, menjadi kendala utama.
“Kapasitas yang ada dinilai belum
mampu menopang produksi dalam jumlah besar,” keluhnya.
Di sisi lain, masalah bahan baku
juga menjadi faktor terhambatnya pemenuhan produksi. Saat ini bahan baku singkong masih di
datangkan dari para petani yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
“Lahan tanam di Lombok Tengah
sebenarnya sudah tersedia, namun produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan
secara berkelanjutan. Sehingga kita mengambil dari para petani di Lombok Utara,”
tutupnya. (Man)
