FAUZAN PRIORITASKAN INDUSTRI KECIL PECI DIPASARKAN

Bupati Lombok barat Fauzan Khalid berikan arahan untuk UMKM

Savananews - Puluhan UMKM kopiah/peci Desa Kediri dan Kediri Selatan menjadi peserta sosialisasi bersama Bupati Lombok barat H. Fauzan Khalid didampingi Sekda Lombok barat H. Baehaqi yang bekerjasama dengan BRI Mataram untuk memajukan usaha yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kediri, Jum'at, (1/1).


Hermansyah, Camat Kediri berharap produk peci di Kediri ini bisa manjadi produk unggulan.


"Terkait bagaimana perkembangan pengrajin UMKM Kopiah di Desa Kediri dan Desa Kediri Selatan yang insyaallah ke depannya ini menjadi branding untuk wilayah kita khususnya Kecamatan Kediri dan menjadi produk unggulan di daerah kita," harapnya.


Arif Budiman, Asisten Manager Bank BRI Cabang Mataram mengatakan hadiah terindah pihaknya di awal tahun 2021 adalah bisa bersilaturahmi bersama pimpinan Lombok Barat.


Ia juga berterima kasih kepada Pemda Lombok Barat yang sudah memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat yang nantinya akan terjadi kerja sama dari pihak bank untuk memajukan ekonomi di masyarakat Kediri.


Sementara itu, H. Baehaqi, Sekda Lombok Barat mengatakan kalau sejak 2 tahun saat ia menjabat sebagai Kepala Bappeda dulu bupati sangat memperhatikan industri kecil songkok haji di Kediri.


"Beliau tidak pernah luput memperhatikan Kediri ini, karena di RPJMD, Kediri ini industri untuk muslim, 2 tahun yang lalu juga kita sudah siapkan peralatan dengan pendekatan Bumdes Rp 1 M waktu itu, tapi tidak ada yang siap," ujarnya.


Disampaikan Baehaqi dengan adanya pembinaan, BRI akan bersinergi bersama pemerintah daerah untuk nantinya dipasarkan sampai internasional.


"Pak Bupati sangat memperhatikan itu semua, bahkan ada seorang dari Malaysia mau bertemu dengan Anda semua dan sudah siap mau membeli produk peci dari UMKM Kediri sudah berkomunikasi dengan Pak Bupati," ujar Baehaqi.


Direncanakan Baehaqi produk peci pemasarannya ini akan seperti garam Sekotong yang menggunakan inti plasma guna memfokuskan produk kemudian dipasarkan melalui Dinas Koperasi sesuai standar pemasaran supaya pengerajin tidak lelah memasarkan produknya di pasaran dan tentunya kesepakatan harga oleh pengusaha peci sudah tersepakati.


Di tempat yang sama H. Fauzan Khalid, Bupati Lombok Barat menyampaikan untuk peralatan pemerintah Lombok Barat siap membantu.


"Tapi untuk modal besar ini dibutuhkan niat yang besar untuk berhasil, bila perlu kami siap MoU dengan BRI untuk memfasilitasi pelaku industri kecil kita," ujarnya.


Diungkapkannya, usaha itu perlu pasar dengan pasar yang terjamin tentunya kredit akan lancar.


"Pasar itu nantinya menjadi tugas kita, tetapi kita juga harus menjadi contoh " cetusnya.


"Kalau bisa besok di Idul Fitri kepala dinas jangan bawakan saya sarung, tapi bawakan saya besok kopiah haji, nanti saya sendiri yang beli sarung untuk dibagikan kepada masyarakat kita," lanjutnya.


Fauzan juga menginginkan semua pondok pesantren di Lombok Barat yang dulunya menggunakan peci hitam untuk memajukan produk industri ia akan berkoordinasi supaya santri pondok pesantren menggunakan peci putih.


"Lebih murah kok, dibandingkan dengan peci hitam harganya lebih mahal, kita tidak memaksa, kita hanya memindah apa yang dibeli dan memindah di mana tempat membeli saja," ujarnya.


Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi  H. Muhamad Taufik, Kepala Dinas Perhubungan H. Muhamad Najib, Kades Kediri Fadoli Ibrahim, dan Kades Kediri Selatan Edi Erwinsyah. (M.Y)