Cerita Abu Bakar Mengayuh Sepedanya Selama 17 Tahun, Demi Menggelorakan Kemerdekaan - Savana News

Breaking

15 August 2020

Cerita Abu Bakar Mengayuh Sepedanya Selama 17 Tahun, Demi Menggelorakan Kemerdekaan

Lombok barat - Semangat menggelorakan kemerdekaan bangsa hampir setiap hari ditunjukan oleh Muhammad Abu Bakar (51 tahun) seorang warga Desa Bengkel Kecamatan Labuapi Lombok Barat dengan mengelilingi kota menggunakan sepeda ontel miliknya.

Tidak hanya dalam rangka perayaan hari kemerdekaan saja, bapak keturunan Tionghoa ini bahkan setiap pagi mengayuh sepeda ontelnya menggunakan kostum layaknya seorang pejuang tempo dulu, lengkap dengan aksesoris kemerdekaan dan bendera merah putih.

"Setiap hari saya keluar menggunakan sepeda yang saya hiasi dengan bendera merah putih ini untuk mengelilingi jalanan kota," kata abu bakar sambil tersenyum.

Sepeda yang digunakan itu ia rakit sendiri dengan bermodal barang bekas, bahkan untuk memberikan kesan santai dalam bersepeda, ia tak lupa menaruh alat musik berupa soundsistem dengan sambungan mikrophone handphone.

"Setiap kali bersepeda saya harus membunyikan lagu kebangsaan melalui sambungan kabel handphone ini, agar masyarakat bisa mendengar lagu kemerdekaan," ucapnya.

Bapak dua anak ini bahkan mengaku telah mengayuh sepeda yang dihiasi atribut kebanggan negara itu selama hampir 17 tahun lamanya. Kegiatan ini sengaja ia lakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan budaya masyarakat yang semakin hari semakin tergeser oleh budaya barat.

"Ini salah satu cara saya untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme masyarakat dengan mengelilingi kota menggunakan sepeda ini, dengan melihat saya menggunakan atribut begini paling tidak warga bisa mengingat hari lahir bangsa indonesia," ungkap Abu sapaan akrabnya, disela menaiki sepeda.


Meski niat mulianya itu sering mendapat respon baik dari warga, namun tak sedikit pula yang memberikan cemoohan dan bahkan dianggap gila oleh orang yang melihatnya.

"Terkadang banyak orang menganggap saya gila melakukan aktifitas seperti ini, tapi saya ambil positifnya saja karena memang saya itu betul gila kemerdekaan. Dan untuk menaiki sepeda seperti saya ini mentalnya harus besar," tambahnya.

Menurutnya hari kemerdekaan indonesia tidak hanya dirayakan secara simbolis semata, namun harus ditanamkan dalam jiwa dan raga untuk meraih kemerdekaan yang seutuhnya. Dirinya beeharap, dengan aktifitas uniknya itu warga dan khususnya pemuda bisa menanamkan rasa kebanggaan mereka terhadap simbol dan semangat kemerdekaan bangsa.

"Dihari kemerdekaan indonesia yang ke 75 ini, saya berharap masyarakat indonesia semakin menanamkan marwah kemerdekaan bangsa dengan menjunjung tinggi jasa para pahlawan kemerdekaan serta menjaga keutuhan dan martabat negara." Pungkasnya. (Yong)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive