Usaha Kopiah Haji Kota Santri Terpuruk Ditengah Pandemi Covid-19 - Savana News

Breaking

12 August 2020

Usaha Kopiah Haji Kota Santri Terpuruk Ditengah Pandemi Covid-19

Lombok Barat - Memasuki musim haji di hari raya Idul Adha tidak membuat industri kopiah haji di Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat sumringah, sejumlah pemilik bengkel produksi malah bangkrut karena menurunnya jumlah pembeli.

Menurunnya jumlah pesanan kopiah haji lantaran adanya pembatasan jamaah haji ke tanah suci dan merosotnya ekonomi masyarakat ditengah pandemi, akibatnya  sejumlah pemilik bengkel produksi terpaksa harus merugi hingga mememilih untuk merumahkan karyawan mereka.

"Selama lima bulan terakhir ini kami tidak pernah produksi lagi, bahkan karyawan yang lain terpaksa kita rumahkan karena tidak ada pekerjaan lagi," ucap Ahmad Zaky pengerajin kopiah di desa Kediri Lombok barat. Selasa 11/08/2020.

Suasana bengkel produksi kopiah haji di desa Kediri yang juga dikenal sebagai kota santri ini mulai terpuruk sejak 5 bulan terakhir karena tidak bisa melanjutkan produksi kopiah akibat pandemi virus corona. Belum lagi kebijakan pemerintah untuk pembatasi jumlah jamaah haji membuat usaha kopiah di desa ini semakin terpuruk.

Padahal penjualan kopiah haji di bulan haji saat idul adha seperti sekarang ini biasanya meningkat, tapi justru sebaliknya, penjualan dikalangan para pengerajin merosot tajam, akibatnya ratusan produk kopiah yang telah siap di kirim mangkrak.

kondisi ini diakibatkan oleh lemahnya ekonomi masyarakat dampak dari pandemi virus corona.

"Sejak mewabahnya virus Corona ini kopiah kami tidak pernah lagi dikirim ke luar daerah seperti Surabaya dan timur tengah," terang Zaky.

jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya beberapa pekan sebelum hari raya idul adha pesanan kopiah haji ke luar daerah dan bahkan ke luar negeri seperti timur tengah mulai banyak, mulai dari 400 hingga 900 kodi. namun hingga kini pengiriman kopiah haji masih saja sepi pesanan.

"Dalam sehari yang lalu terjual hanya dua kopiah saja seharga 50 ribu, itupun terkadang kalau misalkan ada yang mau beli," katanya.

Ironisnya, meski kondisi para pengerajin kopiah di Desa Kediri terpuruk akibat pandemi virus corona, pemerintah setempat tidak pernah sama sekali memberikan bantuan stimulus untuk menyeimbangkan ekonomi mereka. para pengerajin berharap/ agar pemerintah setempat bisa memberikan solusi untuk mengatasi kerugian yang mereka alami.

"Kami berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi seperti pemasaran dan biaya modal yang sudah habis karena kerugian yang kami alami." Pungkasnya. (Yng)

Hina Nabi Muhammad SAW, PP Loteng Kecam Presiden Prancis

  M. Samsul Qomar, Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah Lombok Tengah, (Savananews) – Pemuda Pancasila Lombok Tengah mengecam aksi pemimpin ...

Archive