Belajar Dari Peternakan Batur ku, Ternak Modern Dengan Sistem Pakan Fermentasi

Saeun Tengah Memberikan Pakan Fermentasi Untuk Ternak Kambing Miliknya

Savananews - Peternakan Batur Ku di Dusun Medas, Desa Gunung Sari, Lombok barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengurangi jumlah limbah pertanian, sekaligus mengatasi kelangkaan pakan melalui sistem Fermentasi Pakan Buatan.


Salah seorang pemilik peternakan yakni Saeun menyebut sejak peternakan kambingnya dibuka, pihaknya telah menerapkan fermentasi buatan dari limbah pertanian, untuk mengurangi jumlah sampah dan mengatasi kelangkaan pakan.

"peternakan ini adalah peternakan pembibitan yang menerapkan sistem fermentasi, dengan tujuan agar para peternak bisa lebih mudah untuk mencari pakan," terangnya.

Penerapan sistem fermentasi membuat sejumlah peternak di desanya tidak lagi menyita waktu untuk mencari hijauan. Hanya dengan mengumpulkan limbah pertanian, seperti dedaunan, jerami, singkong, pisang dll, mereka sudah bisa membuat pakan yang memiliki kandungan nutrisi.

"Pakan ini juga bisa bertahan hingga 1 tahun sehingga para peternak tidak khawatir," cetusnya.

Pakan fermentasi dibuat dengan menyediakan limbah pertanian, yang dicampurkan dengan air, bekatul atau dedak, larutan c4, cairan tebu, dan garam, yang masing masing di aduk rata dengan limbah pertanian untuk kemudian di simpan di dalam plastik selama 2 hingga 5 hari.

Dalam sehari, pihaknya bisa memproduksi pakan ternak hingga 2 kwintal, tergantung kebutuhan dan jumlah hewan yang di ternak. Saat ini, pihaknya memiliki stok pakan sebanyak 5 kwintal, untuk persediaan hewan ternak kambingnya selama sepekan.

Pihaknya mengaku, kambing yang diternak rata-rata baru berumur 1 tahun, namun tinggi dan berat badan sudah seperti umur 2,5 tahun berkat adanya fermentasi pakan. Tidak hanya itu, sejauh ini sebanyak 70 ekor kambing yang diternak juga nyaris tidak pernah terserang hama atau penyakit.

"Mungkin karena pakannya, kebersihan kandang juga tetap kita jaga, mulai dari kotoran hingga halaman kandang yang selalu kita jaga," ujarnya.

Selain melakukan fermentasi pakan sendiri, Saeun membangun peternakan kambingnya itu untuk memberikan edukasi ke masyarakat yang mayoritasnya merupakan peternak dan petani, karena menurutnya, sejauh ini para peternak yang lain hanya mengandalkan cara tradisional untuk menyediakan pakan.

"Jadi kita ingin membuat peternakan ini jadi tempat edukasi, dimana para peternak yang lain bisa belajar membuat pakan disini sekaligus cara beternak yang baik," imbuhnya.

Berkat kegigihannya untuk membangun peternakan modern, peternakannya kini banyak disoroti sejumlah pihak untuk menanamkan investasi dan memberikan bantuan modal baik dari pemerintah setempat hingga bank NTB.

"Jadi pihak bank NTB juga kemarin sudah datang kesini untuk melihat perkembangan hewam ternak kita, insyaallah mereka juga akan turut membantu dalam segi modal," ucapnya.

Inovasinya ini juga secara lansung dirasakan oleh karyawannya yang berjumlah 5 orang, berkat tugas dan pekerjaan mereka di peternakan tersebur upah yang mereka terima tinggi mulai dari perawatan hewan, hingga pembuatan pupuk fermentasi.

"Alhamdulillah, kita sangat merasakan lansung pengaruhnya ke warga, karena setidaknya penyediaan pakan dan pengelolaan peternakan ini juga bisa berintegrasi," tutupnya. (*)