Asn Lobar Peduli Bencana - Savana News

Breaking

31 July 2018

Asn Lobar Peduli Bencana


(savananews.com) Giri Menang - Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tergerak dengan bencana alam berupa Gempa Bumi 6,4 dalam skala richter yang mengguncang Pulau Lombok Ahad pagi (29/07) lalu.

Mereka pun segera menghimpun bantuan berupa uang, mie instan, beras, telur, selimut, dan bahkan pampers bayi.

Terhitung sejak sore di hari terjadinya gempa, bantuan sudah mulai dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Sedangkan untuk Dinas Kesehatan Lobar, mereka pun membentuk Tim yang terdiri dari tenaga medis dan para medis yang bersumber dari UPTD BLUD Puskesmas, RSUD Patut Patuh Patju, dan RS Awet Muda Narmada yang segera dikirim ke lokasi sambil membawa alat kesehatan, obat-obatan, makanan, foodware, dan barang habis pakai lainnya.

"Mereka kita rotasi secara bergilir untuk standby memberikan pelayanan di posko kita di Sembalun dan Bayan," terang Kepala Dinas Kesehatan H. Rahman Sahnan Putra.

Sesuai arahan Bupati Lobar saat melepas tim itu, maka aneka bantuan melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun dihimpun untuk membantu para korban. Bantuan tersebut tidak hanya akan disalurkan ke Lombok Timur dan Lombok Utara, namun juga di beberapa titik lokasi di Lombok Barat.

Menurut informasi sementara, kerusakan akibat gempa juga terjadi di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari sebanyak 25 unit rumah, 3 unit rumah di Desa Kuripan Kecamatan Kuripan, 1 unit di Desa Meninting Kecamatan Batulayar, dan beberapa laporan lainnya di Kecamatan Lingsar.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Lobar, Baiq Aprina Rohmawiyanti, lokasi-lokasi yang terdampak di wilayah Lobar pun sejak Senin kemaren sudah disentuh dengan bantuan,

"bentuknya berupa logistik, selimut, makanan, matras,  foodware, family kit, dan kebutuhan sandang (pakaian layak pakai, red)," tutur Yanti.

Ia memastikan seluruh korban yang rumahnya rusak berat telah disentuh oleh bantuan. Sedangkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, bantuan pasca bencana pun telah disiapkan.

"Kita akan bantu berupa semen, kayu, seng, dan bahan bangunan lainnya," terang H. Moh. Nadjib, Kepala Pelaksana BPBD Lobar.

Baik bantuan lewat Dinsos maupun BPBD adalah bantuan yang melekat dalam tugas tanggap darurat yang menjadi tupoksi mereka.

"Kita punya anggaran yang terbatas, sehingga saat bencana seperti ini anggaran kadang tidak cukup," aku Nadjib dan Yanti secara terpisah dengan statemen yang berbeda.

Untungnya rasa kemanusiaan pun dirasakan oleh jajaran ASN di Lobar. Melalui OPD masing-masing, mereka menghimpun bantuan dalam aneka bentuk. Terbanyak adalah Mie Instan, Air Minum kemasan, beras, pakaian layak pakai, bahan-bahan makanan lainnya, serta uang.

Bupati Lombok Barat, Haji Fauzan Khalid pun menjelaskan bahwa Pemkab Lobar tidak terpaku dengan anggaran.

"Bantuan yang disalurkan hampir 50% merupakan sumbangan sukarela dan ikhlas dari SKPD, ASN, dan Perusahaan," aku Fauzan saat melakukan kunjungan mendadak ke Gudang BPBD dengan ditemani para awak media.

Melalui group WA, Bupati Lombok Barat Haji Fauzan Khalid menyatakan terima kasihnya atas seluruh kepedulian ASN di Lobar.

"Luar biasa teman-teman OPD  dan jajaran. Mudah-mudahan Allah SWT memberkahi kita semua. Amin. Terima kasih banyak," ujar Fauzan.

Sampai hari kemaren (Senin, 30/07) paling sedikit 1 ton beras, lebih dari 750  doz mie instan, puluhan doz air minum kemasan, dan beberapa doz pakaian layak pakai telah terkumpul.

"Kita akan distribusikan ke lokasi bencana di Lotim, KLU, dan daerah kita sendiri. Jangan sampai kita hanya membantu di wilayah lain, tapi kita lupa wilayah kita sendiri yang juga terdampak bencana tersebut," ujar Nadjib sambil menunjuk Kepala Bidang Kedaruratan,  Hartono untuk memimpin tim ke KLU sedangkan ia sendiri langsung memimpin tim ke Lotim. (*)

KSPN NTB Gelar Deklarasi NTB Aman

 MATARAM - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Nusa Tenggara Barat (KSPN NTB) menggelar diskusi publik bertema mengkritisi UU Omnibuslaw Ci...

Archive