Dinilai Layak, Masyarakat Dusun Telaga Lebur Usulkan Pemekaran Desa


Savananews - Warga masyarakat mengusulkan agar Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah dimekarkan menjadi Desa. Usulan proposal dari warga melalui desa kemudian ke kecamatan pun telah ditindaklanjuti oleh Tim kecamatan. Dimana Rabu pekan lalu tim kecamatan turun melakukan observasi dan verifikasi terkait kesiapan Dusun Telaga Lebur sebagai desa persiapan nantinya. 


Kasi Pemerintahan Kecamatan Sekotong Nurajin mengatakan tim kecamatan turun untuk verifikasi lapangan. "Iya (tim turun), masih taraf verifikasi lapangan,"jelas dia. 


Beberapa hal yang dicek tim jelas dia, data pendukung dan kondisi yang layak, jumlah penduduk (KK dan jiwa). Ketua panitia pemekaran desa, H Abdul Hamid mengatakan usulan pemekaran ini telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. "Alhamdulillah tahun 2020 masuk usulan proposal, kemudian itu ditindaklanjuti awal tahun ini tim kecamatan turun melakukan verifikasi,"jelas mantan PLT kades Sekotong tengah ini. 


Berbagai tahapan dan persyaratan untuk pemekaran sudah dipenuhi. Panitia bagitu semangat dan gigih mempersiapkan semua persyaratan tersebut. Ia berharap usulan pemekaran ini bisa segera direspon dengan dibentuknya desa persiapan lalu ditetapkan sebagai desa definitif. Ketua BPD Sekotong Tengah, Samiin, S.Pd.I., mengatakan di desa Sekotong Tengah ada dua dusun yang diusulkan pemekaran menjadi desa, yakni Telaga Lebur dan Long-longan. Persiapan pemekaran ini sudah melewati beberapa tahap, yaitu Musyawarah dusun di masing masing dusun. Lalu perwakilan masing-masing dusun membentuk panitia pemekaran. Setelah terbentuk lalu mengajukan proposal pemekaran ke pemerintah kecamatan melalui Desa induk. Desa induk melakukan musedes persiapan pemekaran pada tanggal 3 Desember 2020. 


"Akhirnya saat ini kami sudah melewati tahap verifikasi berkas dan peninjauan batas batas wilayah Desa Sekotong tengah, desa persiapan Telaga Lebur dan dan desa persiapan long-longan serta tinggal menunggu verifikasi dari DPMD lobar untuk mendapatkan persetujuan pemekaran,"jelas dia. 


Pihaknya berharap pemekaran ini akan cepat terealisasi sesuai dengan harapan masyarakat. Dan tak ada hambatan, sehingga desa persiapan mampu membawa Desanya menuju desa maju dan mandiri seperti desa induk pada saat ini. Kades Sekotong Tengah L Sarappudin mendukung upaya pemekaran desa ini. "Tim kecamatan sudah turun, tinggal kabupaten belum,"jelas dia. Ia mengaku siap memberikan alokasi dana 30 persen kepada desa persiapan. Namun kalau sekaligus 30 persen kepada dua Desa persiapan, dirasanya tidak bisa. Namun kemungkinan cara menyiasati dengan membagi dua, masing-masing 15 persen. 


Sementara itu, akhir pekan kemarin Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di dampingi Sekda H Baehaqi, Asisten l Bidang Aparatur dan Pemerintahan H. Agus Gunawan, kepala Dinas PMD Hery Ramadhan menggelar rapat ekspos pemekaran Desa bersama tim pembentukan Desa persiapan Lobar. 


Kepala Dinas PMD dalam laporannya menyebut ada 11 desa yang ada di Lombok Barat berpotensi menjadi Desa pemekaran serta sudah memenuhi syarat secara bijak baik secara teknis, fisikologis, maupun secara administrasi. Adapaun dari ke 11 Desa tersebut berada di kecamatan Sekotong meliputi Desa Buwun Mas (Desa Persiapan Pengantap, Desa Persiapan Blongas). Desa Kedaro (Desa Persiapan Lendang Guar). Desa Cendi Manik (Desa Persiapan Empol). Desa Sekotong Barat (Pesisir Emas). 


Di Kecamatan Lingsar tercatat 2 Desa, yakni Desa Langko (Desa Persiapan Longseran), Desa Batu mekar (Desa Persiapan Reban Madani dan Punikan). Kecamatan Batulayar yaitu Desa Batulayar (Desa Persiapan Penanggak), Desa Sandik (Desa Persiapan Tanjung Are dan Tanjung Sari). "Sebagai agenda awal dalam pembahasan ekspos pembentukan atau pemekaran Desa persiapan yakni Desa Buwun mas dan Desa Kedaro yang ada di Kecamatan Sekotong," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi upaya melakukan pemekaran ini. Dan berharap kedepannya Desa Pemekaran bisa mendapatkan hasil yang positif, meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Seluruh Desa di Lobar berpotensi menjadi Desa pemekaran, namun karna keterbatasan anggaran jadi ditunjuk beberapa saja yang memang memenuhi kriteria, "tutup Bupati. (*)