Tagih Janji Bupati, Ribuan Jiwa di Daerah Bukit Bun Beleng Sengsara Akibat Jalan Rusak


Savananews - Warga yang hidup terisolir di Dusun Bun Beleng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar Lombok Barat menuntut janji pemerintah daerah Lombok Barat dalam hal ini Bupati H Fauzan Khalid untuk dibangunkan akses jalan. Tuntutan warga ini wajar, karena kondisi ruas jalan menuju Dusun itu rusak parah. Warga sangat sengsara akibat jalan rusak itu. Lebih-lebih warga yang sakit dan melahirkan harus digotong ke fasilitas kesehatan. Apalagi disaat kondisi hujan seperti saat ini, kondisi jalan sulit dilalui. 


Ibnu Warga setempat mendesak Pemda segera membangun jalan yang rusak di dusun setempat, seperti dijanjikan bupati. "Kepada bapak bupati dan ibu wakil bupati, kami Masyarakat dusun Bun beleng segera dibangun. Karena kondisinya rusak parah, sangat tak layak,"kata dia, Rabu (10/2). Kondisi masyarakat semakin menderita, ketika musim hujan seperti saat ini. Kondisi jalan becek, licin dan berbahaya kalau dilewati kendaraan. 


Kadus Bun Beleng, Abdul hafiz Sulaiman mengatakan jalan yang rusak itu merupakan satu-satunya akses menuju dusun setempat. Selain itu, jalan tersebut dilalui oleh masyarakat yang bermukim di beberapa Dusun lain di atas perbukitan tersebut. Diantaranya Dusun Aik Mual, Aik Mual Utara, Menomang. "Panjang jalan yang rusak parah ini 5-6 kilometer. Kondisinya rusak berat, tak layak dilalui,"terang dia. Pihaknya bersama warga sangat berharap agar Pemda segera memperbaiki jalan tersebut. Karena daerah itu didiami oleh 500 KK atau sekitar 4000 jiwa yang bergantung dari akses jalan ini.


Akibat akses jalan rusak parah ini, berbagai kegiatan masyarakat pun tersendat. Baik itu perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Warga dari beberapa dusun yang ada di atas perbukitan itu, membawa hasil pertanian dari jalan ini. Dimana potensi pertanian di daerah ini lumayan besar, setahun bisa menghasilkan ratusan ton Kacang tanah. Belum hasil padi dan palawija lainnya. "Dan tersendat aktifitas ekonomi kita gara-gara jalan rusak ini,"aku dia. Belum lagi Kalau ada warga sakit sangat susah dibawa ke tempat fasilitas kesehatan. "Mereka harus digotong ke puskesmas, dan itu sangat menyulitkan bagi Masyakarat,"keluh dia. 


Upaya untuk memperbaiki jalan ini sering kali diusulkan, bahkan pernah bupati menjanjikan penanganan jalan. Namun setelah hasil silaturahmi dirinya bersama kadus lain, BPD dan Kades ke Bupati, ternyata pengerjaan jalan ini dibatalkan tahun ini. Karena alasan Corona atau sebab yang lain. Yang jelas warga tetap menuntut jalan ini ditangani untuk mengurangi kesengsaraan warga masyarakat setempat yang setiap hari melalui jalan itu. "Kalau hujan seperti Saat ini, warga kami sangat sengsara gara-gara jalan rusak,"imbuh dia. Menanggapi tuntutan warga ini, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Lobar, Made Arthadana mengatakan penanganan jalan  itu masuk prioritas tahun ini, karena jalur Mareje sudah dibangun tahun Lalu. "itu masuk Prioritas penanganan tahun ini, tapi uang yang ada hanya cukup untuk penanganan ruas jalan sekotong-lemer, dan di daerah narmada tahun ini,"jelas Dia.


Selain itu penanganan jalan di dua daerah itu, tahun ini yang ditangani dari kementerian PDT adalah jalan menuju Embung Pandan wangi Mareje. Pihaknya mengaku memang sudah menyampaikan ke warga bahwa jalan itu akan ditangani, namun saat itu belum covid-19. Akan tetapi begitu covid-19, anggaran tidak ada. (*)