Bau Menyengat, Warga Desa Kediri Keluhkan Tumpukan Sampah Irigasi

Suasana Simpang 4 Desa Kediri, Lombok Barat Yang dipenuhi Sampah dari Saluran Irigasi.

Savananews - Bau menyengat dari tumpukan sampah Irigasi yang berserakan di Simpang empat Desa Kediri, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok barat (Lobar), sejak sepekan terakhir menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, tumpukan sampah itu cukup mengganggu kenyamanan warga setempat dan pengguna jalan yang berlalu lalang.

Achmad Sahib, warga Desa Kediri mengatakan, masalah tumpukan sampah di sepadan jalan Kediri merupakan persoalan klasik yang hingga kini belum memiliki solusi dari pemerintah setempat.

Padahal, menurut Sahib (sapaan akrabnya) jika pemerintah setempat memiliki perhatian serius terhadap limbah sampah, setidaknya akan membuat Desa yang dikenal dengan "Kota Santri" tersebut menjadi lebih bersih dan tertata.

"Sampah di Desa ini merupakan masalah klasik dari tahun ke tahun tidak pernah bisa diatasi, bisa dibilang Kediri ini tidak tertata sama sekali. Padahal, jika pemerintah desa bisa memberikan pemahaman ke masyarakat saya yakin, masyarakat akan sadar," cetus Sahib, Senin, 29/03.

Tidak hanya itu, diakui Sahib penggunaan dana desa tidak bisa dikelola secara maksimal. Sejauh ini pemerintah setempat menurutnya hanya fokus untuk pembangunan fisik, namun pemberdayaan untuk masyarakat Kediri sangat minim. "Pemberdayaan itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tapi kan selama ini hanya pembangunan fisik saja yang di prioritaskan," sambungnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Lukman, salah seorang pengendara yang melewati lintas jalur Kediri. Dirinya cukup terganggu dengan bau menyengat dan pemandangan sampah yang seolah tidak diperhatikan sama sekali.

"Seharusnya ini ada upaya dari petugas atau siapa agar jangan terlalu kelihatan jorok," ujar Lukman.

Dirinya menyinggung Proyek pembangunan Jalan Raya Kediri agar tidak menjadi alasan karena bersipat situasional. Menurutnya justru dengan adanya rencana penataan Desa Kediri menjadi semangat baru masyarakat untuk menjaga wilayah mereka agar tetap bersih dan nyaman.

"Pembangunan jalan ini kan sifatnya situasional, kalau urusan sampah itu menjadi tanggung jawab bersama. Justru dengan ini kita bisa lebih semangat menjaga kebersihan," pungkasnya.

Sebelumnya Sekertaris Desa Kediri, Umar Said, mengatakan pihaknya masih merancang alat daur ulang agar sampah bisa lebih bermanfaat, dan bisa menambah nilai ekonomi masyarakat. Pihaknya berjanji, sebelum memasuki bulan Ramadhan, sampah di Kediri akan dibersihkan.

"Pokoknya sebelum puasa, semuanya bersih, tiada lagi sampah atau apapun bentuknya. Kita harus maksimal membuat Kediri menjadi betul - betul bersih sehat," imbuhnya.

Sembari melakukan persiapan sosialisasi dan gotong royong, pihaknya berharap agar kedepan mendapat dukungan dari masyarakat.

"Mari bantu kita carikan solusi terbaik dan efektif buat kebersihan kediri," tutupnya. (*)