NU dan DMI NTB Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar


Savananews - Aksi bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja katedral Makassar, menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali, Pengurus wilayah Nahdatul Ulama Nusa tenggara Barat (PW NU NTB) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB mengutuk keras aksi bom bunuh diri di gereja tersebut. Dua organsiasi besar itu pun meminta agar pelaku dan jaringan teroris dikejar dan ditangkap serta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.  Karena aksi itu tidak dibenarkan baik oleh aturan negara maupun agama manapun khususnya Islam.


Hal ini ditegaskan wakil ketua PW NU NTB dan juga Dewan Masjid, HL Winengan Selasa (30/3). "Kami atas nama wakil ketua PW NU NTB dan Dewan Masjid Indonesia NTB, mengutuk (sangat terkutuk) aksi bom bunuh diri di Makassar, jadi apa yang dilakukan itu tindakan yang tidak benar, melanggar aturan negara. Dan apa yang diajarkan agama Kita, agama Islam,"tegas dia. Menurutnya, aliran garis keras (radikal) yang melakukan aksi semacam ini tidak pantas hidup di Indonesia. 


Pemerintah dan aparat keamanan pun harus melakukan penindakan tegas terhadap pihak yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Dimana pun mereka berada, jaringan teroris ini harus dikejar. Bahkan di NTB, pasca bom bunuh diri itu dilakukan penangkapan terhadap oknum diduga jaringan teroris oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Mereka diduga berafiliasi dengan Jamaah Asharut Daulah (JAD) Bima.


Karena di NTB ini kata dia, semua umat cinta damai, baik itu umat Islam, Kristen, Hindu dan umat agama lainnya. "NTB ini daerah ini cinta damai, penuh toleransi, baik itu antara Islam dan Kristen, antara Islam dan Hindu sudah dan agama lain sudah hidup rukun berdampingan,"Jelas dia.

Pihaknya meminta semua jaringan yang berkaitan dengan terorisme ditangkap. Ia juga tidak  membenarkan dan menolak keras jika ada kelompok radikal tertentu dalam melakukan aksi terorisme mengatasnamakan Islam. "Itu tidak benar. Karena agama Islam dan nabi Muhammad SAW, tidak pernah mengajarkan membunuh sesama manusia, sesama umat. Apalagi membunuh dirinya sendiri atas nama jihad. Tidak benar jihad dengan membunuh diri sendiri dan sesama umat,"jelas dia. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk menjaga negara NKRI ini dari aksi terorisme. (*)