Menjelang Lebaran Topat, Tidak semua Orang Bisa Membuat Topat


       proses pembuatan topat oleh Heri Budimansyah


Savananews - Lebaran Topat adalah salah satu Tradisi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan membuat Topat (Ketupat) yang sampai saat ini tidak semua orang bisa membuatnya. (19/5).


Hal ini dikatakan Heri Budimansyah desa Kediri Selatan kec. Kediri Kab. Lombok Barat, saat ditemui dirumahnya yang saat itu sedang membuat ketupat dengan berbagai macam jenis cara.


"Sebenarnya kalau kita belajar pasti bisa untuk membuatnya, tapi mungkin karena malas atau tidak mau mempelajarinya kebanyakan orang jadi tidak tau cara membuatnya" katanya.


Topat atau Ketupat ini di berbahan baku dari beras, tatapi karena wadahnya dibuat dari janur muda (daun kelapa yang masih muda, red) kemudian dengan kereatifitas tangan bisa membuat wadah untuk ditaruhkan beras.


"bahannya itu dari janur muda jadi cepat layu, maka kecepatan tangan dan kreatifitas kita bisa membuatnya dengan cepat, makanya saya bisa membuatnya 30 ketupat per 1 jamnya." ujar heri.


Pemerosesan menjadi ketupat siap saji itu tidak lah mudah dibutuhkan 3 jam saat merebus ketupat.


"Setelah itu kita taburi beras didalamnya dengan takaran yang pas, untuk pemerosesannya menjadi ketupat yang siap disantap itu lumayan lama" katanya.


"Selama 3 jam itu kita harus kontrol juga apinya karena bisa jadi topat yang dimasak itu rusak saat memasaknya" lanjutnya.


Topat dan tiken yang sudah dimasak



Peria Berumur 35 tahun itu juga mengatakan untuk mendapatkan aroma rasa topat yang enak itu dimasak menggunakan Jangkih (Tungku Api) alat memasak jam dahulu sehingga menciptakan cita rasa dengan aroma yang menarik.


setelah matang kemudian topat di sajikan dengan telur opor, rendang, sate, dan lauk pauk lainnnya dengan sesuai selera.


Selain topat ada juga kue yang identik di Lebaran topat yang dibuat juga menggunakan wadah janur muda yakni kue Bantal atau Tiken (bahasa orang sasak).


untuk membuatnya tentu lebih mudah tetapi bahan bakunya terbuat dari Ketan yang dicampur parutan kelapa kemudian di ikat dengan tali dan dimasak barengan dengan topat tersebut.(M.Y)