Rayakan Lebaran, Warga Desa Kelayu Potong 50 Ekor Sapi

Warga desa Kelayu, Lombok Timur Tengah membagi Hewan Qurban

Lombok Timur - Ragam cara warga berbagi di masa pandemi, terutama di momentum perayaan Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1442 Hijriah tahun ini.


Di kabupaten Lombok timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Tepatnya di Desa Kelayu, Kecamatan Selong, Warga desa setempat mengumpulkan puluhan ekor sapi untuk di potong dan dibagikan kepada warga yang kurang mampu, Selasa, 20/7.

Tgh. Hadatullah Muhibbudin Abdul Aziz, selaku tokoh masyarakat di wilayah tersebut mengatakan, nyaris setiap tahun pemotongan sapi secara massal dilakukan warga di halaman masjid dengan bergotong royong untuk merayakan hari raya idul adha.

"Alhamdulillah Qurban tahun ini berjalan lancar dan untuk pemotongan dengan jumlah banyak merupakan tradisi kita disini, dengan cara bergotong rotong," paparnya disela menghadiri acara pemotongan hewan qurban.

Meski sedang dirundung pandemi, menurut Abdul Aziz antusiasme warfa untuk berbagi tetap tinggi dengan terkumpulnya 50 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

"Antusiasme masyarakat juga cukip tinggi saat ini," cetusnya.

Seluruh hewan qurban tersebut dijelaskannya akan dibagikan kepada ribuan warga yang berhak menerima sebagai wujus kepedulian sosial untuk saling membantu di masa pandemi saat ini.

Disisi lain, tradisi potong sapi massal juga dijadikan warga untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama, yang telah diwariskan para pendahulu mereka.


Sementara itu H. Mashun panitia kurban menjelaskan, dari 52 ekor hewan qurban yang di potong berhasil menyasar sebanyak 6.325 warga yang kurang mampu.

"Dimomentum qurban tahun ini, alhamdulillah kita bisa menyasar sebanyak 6.325 warga," kata H. Mashun.

Sementara untuk penyaluran daging qurban, khusus di masa pandemi saat ini, pihaknya lansung mengantarkan daging qurban ke rumah warga. Tujuannya agar tidak menimbulkan kerumunan dan tidak menimbulkan risiko penulaean virus covid-19

"Untuk pelaksanaannya, kita tetap menerapkan protokol kesehatan, dan tentunya kita salurkan lansung daging qurbannya ke rumah-rumah warga," tutupnya. (*)