![]() |
Relawan PMI Lombok Barat Ciptakan Model Pertanian Hortikultura Berbasis Green House dan Peternakan Ayam Kampung sebagai Aksi Adaptasi Perubahan Iklim |
SAVANANEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi krisis iklim dengan membangun Green House sebagai bagian dari program livelihood (penghidupan berkelanjutan) melalui relawannya.
Inisiatif ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi Strategi Adaptasi dan Ketahanan Iklim PMI yang diluncurkan secara nasional pada tahun 2023 lalu.
Dimana, mereka mengembangkan model pertanian hortikultura berbasis green house serta peternakan ayam kampung skala rumah tangga sebagai langkah adaptasi sekaligus penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Sekertaris PMI Lombok barat Sumaidi menjelaskan, program ini menyasar lahan-lahan sempit yang selama ini dianggap kurang produktif. "Para relawan PMI menyulapnya menjadi green house mini yang ditanami komoditas seperti cabai, tomat, dan sayuran hijau. Dengan sistem ini, suhu, kelembapan, dan gangguan hama dapat dikendalikan secara lebih efektif, sehingga hasil pertanian tetap stabil meskipun cuaca tak menentu," Jelasnya.
Ditambahkan pria yang akrab disapa Edonk ini, relawan juga membangun kandang ayam kampung yang menghasilkan daging dan telur. Limbah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan tambahan, sehingga program ini sekaligus membantu mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekitar.
"Hasil dari pertanian dan peternakan ini sebagian digunakan oleh para relawan, sementara sisanya dijadikan model edukatif yang bisa direplikasi oleh masyarakat umum," kata Edonk.
Menurut Edonk, dengan berbagi pengetahuan dan teknologi sederhana, model ini diharapkan menjadi gerakan kolektif dalam memperkuat livelihood atau penghidupan berkelanjutan. Pihaknya meyakini bahwa bila metode ini diterapkan secara masif, akan muncul tiga dampak positif yakni, Ketahanan pangan keluarga, Peluang usaha baru, hingga Lahirnya wirausaha rumah tangga.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Edonk menyampaikan bahwa program ini bukan hanya untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi relawan, tetapi juga sebagai bagian dari aksi nyata pengurangan risiko iklim di tingkat lokal.
"Green House ini adalah contoh kecil dari aksi besar yang kita mulai. Kami ingin relawan bukan hanya menjadi garda terdepan dalam kebencanaan, tapi juga sebagai pelopor perubahan perilaku dalam merawat bumi," ujarnya.
Menurutnya, Inisiatif ini selaras dengan tujuan Strategi Adaptasi dan Ketahanan Iklim PMI Yaitu, Memperkuat kapasitas relawan dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, Mengintegrasikan aspek adaptasi iklim dalam setiap program dan pelayanan PMI, Serta membangun sinergi lintas sektor termasuk dengan pemerintah, swasta, akademisi, dan media.
"PMI Lombok Barat juga telah menunjuk focal point khusus yang bertugas mengoordinasikan isu-isu lingkungan dan perubahan iklim, serta aktif menjalin kolaborasi lintas sektor guna memperluas dampak program ini," terangnya.
Dengan semangat gotong royong, Kata Edonk, program ini bukan sekadar upaya ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari solusi nyata menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam berbagai aspek kehidupan.
Pihaknya menaruh harapan besar pada inovasi ini agar bisa menginspirasi masyarakat luas dalam beradaptasi terhadap krisis iklim yang kini dianggap sebagai krisis kemanusiaan global.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Lewat green house dan peternakan ayam kampung ini, kami ingin membuktikan bahwa adaptasi iklim bisa sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” Pungkasnya. (Red)
0 Comments