![]() |
| Pagelaran Seni Tradisional Kolaborasi lintas Institusi lembaga seni.(Dok.AS) |
SAVANANEWS, Lombok Barat — Yayasan Pemaos Sabda Jati (PESAJE) Kuripan Utara sukses menggelar Pagelaran Seni Tradisi yang berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini menampilkan beragam kesenian tradisional Lombok yang kini mulai jarang dipentaskan, seperti Cilokaq, Cepong, Cupak Gerantang, serta Wayang Sasak yang menghadirkan tiga dalang dalam satu panggung pertunjukan.
Pagelaran ini merupakan bagian dari Program Kolaborasi Antar Institusi Kebudayaan Yayasan Pemaos Sabda Jati (PESAJE) yang didukung melalui Dukungan Institusional Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Tahun Anggaran 2024–2025. Program tersebut menjadi ruang temu dan media aktualisasi seni tradisi yang sarat nilai luhur dan religius, sekaligus upaya strategis menghidupkan kembali kesenian yang mulai terpinggirkan oleh zaman.
![]() |
| Penampilan Cepong Sanggar Pade Girang, Jagerage.(Dok.As) |
Ketua Yayasan Pemaos Sabda Jati, Zulpadli, menyampaikan bahwa kolaborasi antar institusi kebudayaan ini tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga pada pewarisan nilai dan pengetahuan budaya kepada generasi muda.
“Program ini kami rancang sebagai media untuk menampilkan seni-seni tradisi yang kini jarang dimainkan dan kurang diminati anak muda. Padahal di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, religius, dan pesan moral yang sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Zulpadli.
Ia menambahkan, pengemasan pertunjukan tetap berpijak pada pakem tradisi, namun diselaraskan dengan sentuhan estetika modern agar lebih komunikatif dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap melalui pendekatan ini, masyarakat—khususnya generasi muda—terpancing untuk mencintai, belajar, dan ikut melestarikan peninggalan leluhur. Seni tradisi harus terus hidup, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati publik ketika dikemas dengan baik dan relevan. PESAJE berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas dan institusi kebudayaan lainnya untuk terus membangun kolaborasi demi keberlanjutan seni dan budaya lokal Lombok.(AS)


