Breaking News

Air Mancur Menari dan Secangkir Kopi: Cerita Sore di Giri Menang Square

Bundaran Giri Menang Square.(Foto:As) 

SAVANANEWS, Lombok Barat — Menjelang senja, Bundaran Giri Menang Square (GMS) pelan-pelan berubah suasana. Anak-anak berlarian, remaja duduk berkelompok, sementara keluarga memilih sudut yang nyaman untuk sekadar berbincang. Sejak diresmikan pada malam pergantian tahun 2025–2026, ruang ini menemukan denyut barunya lewat water screen air mancur menari yang bergerak mengikuti alunan audio sederhana, tapi memikat.

Setiap sore hingga pukul 22.00 WITA, GMS nyaris tak pernah benar-benar sunyi. Lampu-lampu menyala, musik mengalun, dan semburan air menari seolah mengundang siapa saja untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Di sinilah banyak orang memilih nongkrong santai, menikmati kopi, berbagi cerita, atau sekadar duduk menatap malam.

Sekumpulan Anak Muda Menikmati Kopi di GMS.(Foto:As)

Bagi Eko, GMS bukan sekadar tempat lewat.

“Kalau capek habis aktivitas, saya ke sini. Duduk, lihat air mancur, rasanya tenang. Nongkrongnya juga enak, nggak ribet,(24/1)” katanya sambil tersenyum .

Cerita serupa juga datang dari sisi lain GMS, dari lapak-lapak kecil yang kini ikut hidup. Inaq Diah, pedagang minuman, merasakan perubahan sejak wajah baru GMS diperkenalkan.

“Sekarang sore sampai malam ramai terus. Apalagi malam Minggu, pembeli banyak. Alhamdulillah, rezeki ikut mengalir,(24/1)” tuturnya.

Malam Minggu memang punya cerita sendiri. Pengunjung datang lebih padat, suasana lebih riuh, dan Giri Menang Square menjelma ruang temu lintas generasi. Tak ada tiket, tak ada sekat—hanya air mancur, musik, dan orang-orang yang ingin menikmati waktu bersama.

Di Giri Menang Square, keindahan tak selalu soal kemewahan. Kadang, ia hadir lewat cahaya air mancur, tawa kecil di pinggir bundaran, dan secangkir kopi yang dinikmati perlahan, membuat Lombok Barat terasa lebih dekat dan hangat.(AS)

0 Comments

© Copyright 2022 - Savana News