Breaking News

Banjir Rendam Sejumlah Desa di Sekotong Lombok Barat, Satu Warga Meninggal


SAVANANEWS
– Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (13/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 15.00 WITA setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur kawasan itu selama kurang lebih tiga jam.


Berdasarkan laporan cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, banjir terjadi di Desa Persiapan Pengantap, Desa Persiapan Blongas, serta Desa Sekotong Tengah. Luapan Kali Sekotong menyebabkan genangan air masuk ke permukiman warga dan menutup sebagian ruas Jalan Raya Sekotong.


Di Desa Persiapan Pengantap, banjir merendam Dusun Kebeng, Bengkang, Sap Baru, dan Pengantap. Sementara di Desa Persiapan Blongas, wilayah terdampak meliputi Dusun Slodong, Blongas, Kekalik, Sauh, Panggang, dan Tangin Angin.


BPBD mencatat total sebanyak 1.047 kepala keluarga atau 3.223 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut.


Selain merusak akses transportasi akibat genangan dan lumpur di jalan raya, banjir juga menelan satu korban jiwa. Korban diketahui bernama Nurinah (69), warga Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas.


“Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 15.00 WITA saat hendak menuju rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Yang bersangkutan kemudian ditemukan pihak keluarga dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 19.30 WITA,” tulis BPBD Lombok Barat dalam laporannya.


Salah seorang warga Desa Persiapan Pengantap, Fikri, mengatakan banjir datang dengan cepat dan membuat warga panik menyelamatkan diri serta barang-barang berharga.


“Air tiba-tiba naik dari arah sungai dan langsung masuk ke rumah. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang. Kami khawatir kalau hujan deras turun lagi, banjir bisa terulang,” ujar Fikri, Rabu (14/1/2026).


BPBD menjelaskan, banjir di wilayah Pengantap dan Blongas diperparah oleh aliran air dari kawasan pegunungan dengan kondisi lahan yang relatif gundul serta daya serap tanah yang rendah, sehingga debit air meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.


Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan pemerintah provinsi telah mengerahkan bantuan darurat dan meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.


“Kami sudah menyalurkan bantuan logistik untuk kebutuhan dasar warga, termasuk makanan, selimut, dan kebutuhan anak-anak. Pemerintah provinsi juga akan berkoordinasi dengan kabupaten untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak,” kata Iqbal.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.


Saat ini, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Warga mulai kembali ke rumah masing-masing dan aktivitas masyarakat berangsur normal. Namun, petugas masih menghadapi kendala di lapangan, terutama jalan licin akibat sisa lumpur yang sempat menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.


BPBD bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, Dinas Sosial, serta BPBD Provinsi NTB telah melakukan pemantauan, asesmen lapangan, pendataan korban terdampak, serta pengamanan di lokasi bencana.


Untuk penanganan lanjutan, BPBD menyatakan sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan oleh warga terdampak, antara lain matras, selimut, makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan bayi dan anak. (Red)

0 Comments

© Copyright 2022 - Savana News