Breaking News

Respons Cepat Banjir Sekotong, PMI Lombok Barat Salurkan Bantuan dan Perkuat Sistem Peringatan Dini


SAVANANEWS
– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan peran aktif dalam aksi kemanusiaan dengan merespons cepat banjir yang melanda Kecamatan Sekotong. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI dalam pengurangan risiko bencana, khususnya di wilayah yang rawan terdampak banjir.


Tidak hanya bergerak saat bencana terjadi, PMI Lombok Barat juga telah melakukan berbagai upaya antisipasi melalui edukasi dan penguatan sistem peringatan dini kepada masyarakat. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga agar mampu mengurangi risiko serta dampak bencana sejak dini.


Dalam penanganan darurat, PMI menyalurkan bantuan logistik berupa selimut dan terpal kepada warga terdampak di dua desa di Kecamatan Sekotong. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama sebagai perlindungan sementara pascabanjir.


Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karnain, S.Si., MM, menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.


“Keterbatasan sarana dan prasarana tidak membatasi langkah kami dalam menjalankan aksi kemanusiaan. PMI akan selalu hadir untuk membantu masyarakat, baik pada tahap pencegahan maupun saat terjadi bencana,” ujar Haris Karnain, Rabu (14/01).


Ia juga menekankan bahwa PMI tidak bekerja sendiri dalam menangani bencana, melainkan mengedepankan kolaborasi dengan berbagai unsur di tingkat lokal.


“PMI Kabupaten Lombok Barat tidak bekerja sendiri. Sejak awal, kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan komunitas desa, relawan lokal, serta unsur masyarakat untuk memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak banjir di Sekotong,” tegasnya.


Lebih lanjut, Haris menyebut penguatan sistem peringatan dini perlu ditopang dengan kerja sama lintas sektor yang lebih terstruktur.


“PMI berharap adanya kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Aksi Respons Peringatan Dini. Dengan begitu, penanganan bencana saat terjadi bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan korban jiwa maupun kerugian harta benda dapat dicegah sedini mungkin,” katanya.


Ia menambahkan, saat ini PMI Lombok Barat lebih memfokuskan strategi pada penguatan respons terhadap peringatan dini sebagai langkah preventif yang dinilai efektif menekan potensi kerugian.


“Kami mendorong masyarakat agar semakin siap dan tanggap terhadap peringatan dini. Pencegahan adalah kunci utama agar dampak bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.


Melalui berbagai langkah tersebut, PMI Lombok Barat berharap sinergi antara masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan terus terbangun. PMI menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendekatan berbasis pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya kemanusiaan yang berkelanjutan. (Red)



0 Comments

© Copyright 2022 - Savana News