Breaking News

Warga Sekotong Barat Minta Polisi Usut Tuntas Penemuan Mayat, Keluhkan Isu Liar di Media Sosial


SAVANANEWS
— Warga Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus penemuan mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam kondisi terbakar di wilayah mereka. Permintaan tersebut disampaikan menyusul maraknya isu liar dan spekulasi di media sosial yang dinilai meresahkan masyarakat setempat.


Sahnil, salah seorang warga sekaligus penggiat pariwisata Sekotong Barat, mengungkapkan keprihatinannya atas berbagai unggahan dan komentar warganet, khususnya di media sosial Facebook, yang cenderung menyudutkan wilayahnya.


“Kami berharap dan mendoakan agar pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini, mengetahui siapa korban dan siapa pelakunya. Saat ini banyak isu miring di media sosial yang seolah-olah menyudutkan wilayah kami,” ujar Sahnil, Senin (26/1/2026).


Ia menilai, narasi yang berkembang tanpa dasar yang jelas telah menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat Sekotong Barat. Padahal, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas korban maupun pelaku.


“Kami merasa risih dengan postingan dan komentar yang menggambarkan seolah-olah wilayah kami tidak aman. Ini sangat merugikan,” katanya.


Sahnil menegaskan bahwa Desa Sekotong Barat merupakan pintu masuk kawasan wisata Kecamatan Sekotong yang dikenal memiliki potensi alam unggulan, seperti pantai berpasir putih dan gugusan pulau-pulau kecil yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.


Menurutnya, pemberitaan dan opini liar yang mengaitkan kejadian tersebut dengan masyarakat setempat berpotensi merusak citra pariwisata daerah.


“Seolah-olah kejadian ini dilakukan oleh warga Sekotong, padahal kita belum tahu hasil penyelidikan polisi. Ini sangat berdampak buruk bagi citra daerah kami sebagai kawasan wisata,” ujarnya.


Ia juga meminta aparat kepolisian untuk memantau akun-akun media sosial yang menyebarkan narasi menyesatkan dan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.


“Kami berharap pihak kepolisian juga menindak akun-akun yang menyebarkan informasi tidak benar, seolah-olah korban dan pelaku berasal dari wilayah kami,” tambahnya.


Sahnil tidak menampik bahwa dalam beberapa tahun terakhir pernah terjadi penemuan mayat di wilayah Sekotong. Namun, menurutnya, berdasarkan kasus-kasus sebelumnya, korban maupun pelaku umumnya berasal dari luar daerah.


“Kami berharap pelaku segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya agar korban mendapatkan keadilan. Kami mengutuk keras tindakan keji seperti ini, karena sangat tidak manusiawi,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


“Kami berharap semua pihak, terutama para netizen, lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah menjustifikasi atau menstigma suatu kelompok maupun wilayah tertentu,” pungkas Sahnil. (Red)

0 Comments

© Copyright 2022 - Savana News