
SAVANANEWS — Ratusan warga ramai-ramai mendulang emas di aliran sungai kawasan perbukitan Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aktivitas yang viral di media sosial itu dipicu kenaikan harga emas dan dilakukan tanpa izin resmi.
Para penambang terlihat menyaring pasir dan tanah menggunakan peralatan sederhana.
Salah satu pendulang, Samsul Hadi, mengaku datang untuk mencoba peruntungan. Menurut Samsul, ada pendulang yang mengklaim bisa memperoleh emas hingga beberapa gram dalam sehari. Namun, hasil tersebut tidak menentu karena sangat bergantung pada kondisi alam.
“Kalau dapat emasnya, biasanya saya pakai buat kebutuhan sehari-hari. Memang belum ditimbang, tapi sudah ada hasilnya,” ujar Samsul, Selasa (3/2).
Sementara Bhabinkamtibmas Desa Serage, Aipda Indra Jaya Kusuma, mengatakan aparat TNI-Polri bersama pemerintah desa telah memberikan imbauan dan melakukan penertiban di lokasi pendulangan. Aparat menyatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk mencegah meluasnya pendulangan emas ilegal yang dikhawatirkan memicu kerusakan lingkungan, longsor, hingga konflik sosial.
“Kami sudah memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat, terutama soal risiko kerusakan lingkungan dan potensi bahaya seperti longsor,” kata Indra. (Red)
