![]() |
| Gubernur NTB DR.H. Lalu Muhammad Iqbal, M. Hub. Int, dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP |
Kenaikan sebesar 0,87 poin atau 1,19 persen itu menempatkan IPM NTB tetap dalam kategori tinggi. Peningkatan ini menjadi salah satu yang relatif signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala BPS NTB menjelaskan, kenaikan IPM didorong oleh perbaikan pada seluruh komponen penyusunnya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak sepanjang periode 2024–2025.
Pada sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup meningkat 0,35 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga 72,60 tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang lahir pada 2024.
Sementara itu, dari sisi standar hidup layak, rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun naik sebesar Rp316 ribu atau tumbuh 2,72 persen. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat, meski tetap dipengaruhi dinamika ekonomi dan inflasi daerah.
Di sektor pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 7,87 tahun pada 2024 menjadi 8,21 tahun pada 2025, atau bertambah 0,34 tahun. Artinya, secara rata-rata penduduk NTB menempuh pendidikan lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun Harapan Lama Sekolah (HLS) naik tipis dari 13,98 tahun menjadi 13,99 tahun. Meski kenaikannya relatif kecil, indikator ini menunjukkan akses pendidikan dasar dan menengah masih terjaga.
BPS mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi peningkatan indikator pendidikan, termasuk program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga yang sebelumnya putus sekolah.
Meski mencatat kenaikan IPM, BPS juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan manusia di NTB. Angka pernikahan usia anak yang masih tinggi serta fenomena anak muda yang harus menanggung tanggung jawab keluarga sejak usia dini dinilai berpotensi memengaruhi capaian pendidikan dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus mendorong penguatan layanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta intervensi sosial untuk menjaga tren positif tersebut. Namun, keberlanjutan peningkatan IPM dinilai sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan efektivitas program di lapangan.
Dengan capaian 2025, NTB menunjukkan perbaikan pada indikator pembangunan manusia, meski sejumlah pekerjaan rumah masih menjadi perhatian untuk memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat berlangsung merata dan berkelanjutan. (Red)

