![]() |
| Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, saat membuka kegiatan Manasik Haji. Foto : Diskominfotik Lobar |
Manasik haji terintegrasi tersebut diikuti ratusan jamaah calon haji asal Lombok Barat dan dihadiri Asisten III Setda Lombok Barat H. Fauzan Husniadi, sejumlah staf ahli bupati, kepala OPD lingkup Pemkab Lombok Barat, Kepala Kementerian Agama Lombok Barat, Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lombok Barat, tokoh agama, serta para pembimbing haji.
Dalam sambutannya, Hj. Nurul Adha menilai manasik haji sebagai tahapan penting dalam mempersiapkan jamaah, tidak hanya dari sisi pemahaman tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ia mengingatkan jamaah agar menata niat sejak awal, memperdalam pengetahuan tentang pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan, serta menjaga kondisi kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik.
“Manasik haji bukan semata-mata tentang materi, tetapi juga bagaimana membangun kebersamaan, kekompakan, dan saling tolong-menolong selama menjalankan ibadah, sehingga diharapkan mampu meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
![]() |
| Foto ; Diskominfotik Lombok barat |
Sementara itu, Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Barat, H. Suparlan, menjelaskan bahwa bimbingan manasik haji dilaksanakan secara terintegrasi, dimulai di tingkat kabupaten dan dilanjutkan di tingkat kecamatan di seluruh wilayah Lombok Barat.
Ia menyebutkan, jumlah jamaah calon haji asal Lombok Barat tahun ini mencapai 837 orang. Jamaah tersebut terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 3 sebanyak 387 orang, Kloter 8 sebanyak 388 orang, serta Kloter 15 atau kloter campuran sebanyak 62 orang.
Menurutnya, tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” menjadi komitmen penyelenggara dalam memberikan layanan prioritas bagi jamaah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk pendampingan kesehatan sejak masa persiapan hingga kepulangan dari Tanah Suci.
Sebanyak 837 jamaah calon haji dari seluruh kecamatan di Lombok Barat mengikuti rangkaian Manasik Haji Terintegrasi ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dalam memastikan kesiapan jamaah, baik dari sisi pemahaman ibadah, mental, maupun kesehatan, sebelum menunaikan rukun Islam kelima. (Red)


