TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

PDAM Tiara Kantongi Laba Rp 2 Miliar, Setoran Dividen Tunggu Restu Bupati Loteng


Lom


bok Tengah - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah hingga awal 2026 belum menyetorkan dividen tahun buku 2025 ke kas Pemerintah Daerah. Penundaan itu terjadi karena perusahaan masih menunggu keputusan resmi terkait besaran dividen yang harus disetorkan.

Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supraptomo, menjelaskan bahwa mekanisme penentuan dividen harus melalui audit laporan keuangan tahunan terlebih dahulu. 

Hasil audit tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah daerah sebagai dasar penetapan dividen.

“Dari hasil audit keuangan per tahun, kami mengajukan ke pemda terkait sekian jumlah dividen. Nah, itu kami laporkan ke kepala daerah melalui surat. Selanjutnya kami menunggu jawaban terkait berapa dividen yang harus kami setorkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, surat yang disampaikan tidak mencantumkan angka dividen secara rinci. Dokumen tersebut hanya berisi laporan laba dan rugi perusahaan sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah.

Berdasarkan peraturan daerah, dividen maksimal yang dapat disetorkan ke kas daerah adalah 50 persen dari laba bersih perusahaan. Sepanjang 2025, PDAM Lombok Tengah membukukan laba lebih dari Rp 2 miliar. Dengan capaian tersebut, setoran dividen pada 2026 diperkirakan melonjak jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp200 juta.

Meski laba meningkat, Bambang menegaskan seluruh keuntungan tidak bisa disetorkan ke daerah. Perusahaan tetap membutuhkan dana untuk operasional, pengembangan jaringan, dan peningkatan layanan.

“Kalau seluruh keuntungan disetorkan, perusahaan tidak akan mampu. Tentu akan menjadi suatu isu atau persoalan di PDAM karena butuh biaya untuk pengembangan ataupun peningkatan pelayanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, regulasi memberi ruang fleksibilitas dalam penentuan dividen. Artinya, penyetoran di bawah batas maksimal tetap diperbolehkan, termasuk opsi hanya 10 persen dari laba.

Peningkatan laba PDAM disebut dipicu perbaikan tata kelola jaringan, naiknya rata-rata pemakaian air masyarakat, serta pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.

“Yang ditau kan PDAM merugi terus. Tapi ini bisa dilihat sekarang bagaimana dan ini bukan kami yang menentukan tapi langsung lembaga resmi,” katanya.

Di sisi lain, Bambang mengakui kualitas pelayanan masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, perbaikan dilakukan bertahap agar masyarakat mendapat akses air bersih yang lebih optimal.

“Meskipun belum signifikan, tapi insyaallah ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Untuk 2026, PDAM Lombok Tengah menargetkan penambahan sumber mata air baru serta peningkatan debit air guna memperkuat layanan distribusi kepada pelanggan. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile