![]() |
| Pertamina IT Ampenan Tanam 1.000 Mangrove di Sekotong Saat Bulan K3. Foto (istimewa) |
Penanaman mangrove tersebut melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bagek Kembar dan Komunitas Sanggar Jalan Pulang. Lokasi yang dipilih merupakan kawasan pesisir yang selama ini dikelola masyarakat sebagai area konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.
Bagi warga pesisir Sekotong, mangrove memiliki fungsi penting. Selain menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang hasil tangkapan nelayan, vegetasi ini juga berperan dalam menahan abrasi pantai serta mendukung pengembangan wisata berbasis konservasi.
Integrated Terminal Manager Ampenan, Taufik Nur Alam, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan K3 di lingkungan perusahaan. Menurutnya, keselamatan kerja juga berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan sekitar.
“Penanaman mangrove ini bagian dari kegiatan Bulan K3. Kami melihat aspek keselamatan tidak hanya di area operasional, tetapi juga lingkungan sekitar. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi pesisir dan menjaga ekosistem,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kelompok masyarakat lokal dinilai penting agar penanaman dan perawatan mangrove dapat berlanjut.
Ketua Pokdarwis Bagek Kembar, Agus Alwi, menyebut tambahan bibit mangrove akan memperkuat kawasan ekowisata yang mereka kelola. “Mangrove sangat berpengaruh bagi keberlanjutan kawasan ini, baik dari sisi lingkungan maupun pengembangan wisata,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang menyasar kawasan sekitar operasional.
Penanaman mangrove di Sekotong menjadi salah satu upaya rehabilitasi pesisir di Lombok Barat yang selama ini menghadapi tantangan abrasi dan tekanan lingkungan. Keberlanjutan program akan bergantung pada perawatan serta keterlibatan masyarakat setempat dalam jangka panjang. (Red)


