
STP Mataram Gelar Donor Darah, Puluhan Kantong Disalurkan untuk Kebutuhan Masyarakat
SAVANANEWS — Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menggelar kegiatan donor darah di lingkungan kampus sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosial tersebut melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat.
Dari kegiatan tersebut, puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dan selanjutnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Mataram dan wilayah sekitarnya.
Ketua Program Studi S1 Pariwisata STP Mataram, Murianto, mengatakan kegiatan donor darah merupakan agenda rutin kampus dalam rangka memperkuat peran perguruan tinggi di bidang kemanusiaan dan sosial.
“Donor darah ini bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang kami jalankan secara berkelanjutan. Selain membantu ketersediaan darah, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa,” ujar Murianto.
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Dr. Halus Mandala, menekankan pentingnya peran sivitas akademika dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Ia menilai aksi donor darah merupakan bentuk kepedulian nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keselamatan orang lain. Kami berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan dan solidaritas sosial terus tumbuh di lingkungan kampus,” kata Halus Mandala.
Kegiatan donor darah berlangsung sejak pagi hari dan mendapat respons positif dari peserta. Sejumlah mahasiswa mengaku antusias karena dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang berdampak nyata. Selain donor darah, panitia juga memberikan edukasi singkat mengenai manfaat donor darah dan pentingnya menjaga kesehatan.
Pihak STP Mataram menyatakan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala. Melalui program tersebut, STP Mataram berharap dapat berkontribusi tidak hanya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di Nusa Tenggara Barat. (Red)
