TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Rawat Nilai Kemanusiaan dari Pesantren, PMI Lobar Bentuk PMR & KSR di PP Islahuddini

Ketua PMI Lombok Barat Kukuhkan Unit PMR dan KSR di Pesantren Al-Islahuddiny Kediri

SAVANANEWS
— Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lombok Barat mencatat tonggak penting dalam penguatan gerakan kerelawanan berbasis pendidikan keagamaan. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, PMI secara resmi membentuk Unit Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) PMI di lingkungan Madrasah Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri.


Pembentukan unit tersebut dirangkaikan dengan kegiatan donor darah serta peringatan Haul Majemuk ke-33 Pondok Pesantren Al-Islahuddiny. Momentum ini menjadi simbol kolaborasi strategis antara nilai-nilai keagamaan dan semangat kemanusiaan universal dalam menjawab tantangan sosial, kesehatan, dan kebencanaan.


Langkah ini dinilai sebagai terobosan karena untuk pertama kalinya PMI Lombok Barat mengintegrasikan struktur kerelawanan resmi ke dalam basis pendidikan pesantren. Inisiatif tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak santri yang berkarakter, tangguh, dan responsif terhadap persoalan kemanusiaan.


Ketua PMI Cabang Lombok Barat, Haris Karnain, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya relawan berkualitas. Menurutnya, pembentukan Unit PMR di lingkungan pesantren merupakan upaya strategis untuk memperluas basis relawan yang berakar pada nilai moral dan kedisiplinan yang kuat.


“Kami ingin PMI lebih fokus dalam menyiapkan generasi relawan yang memiliki kepedulian kemanusiaan sejak dini. Ini adalah kali pertama kami membentuk Unit PMR secara resmi di lingkungan pondok pesantren, dan kami berharap langkah ini dapat menjadi role model di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Haris.


Ia menambahkan, santri memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk menjadi relawan, yakni integritas moral, kedisiplinan, serta semangat pengabdian. Dengan bergabungnya santri dalam struktur PMR dan KSR, PMI Lombok Barat optimistis memiliki sumber daya relawan yang siap menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan di masa mendatang.


Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Al-Islahuddiny menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter santri. Ketua Panitia Haul Majemuk ke-33 PP Al-Islahuddiny, H. Hambali, menilai kehadiran Unit PMR akan menumbuhkan empati dan kepekaan sosial di kalangan santri.


“Kami menyambut baik inisiatif PMI ini. Kegiatan kemanusiaan seperti PMR akan membentuk santri yang siap hadir dan bermanfaat ketika dibutuhkan oleh sesama. Ponpes Al-Islahuddiny diharapkan dapat menjadi contoh bagi pesantren lain di Indonesia,” ujarnya.


Hambali menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi pimpinan pondok pesantren, TGH. Mukhlis Ibrahim, yang menginginkan lulusan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki inovasi, kemandirian, serta kepedulian sosial yang tinggi.


“Santri harus siap ditempatkan di berbagai medan pengabdian, baik dalam situasi kebencanaan, pelayanan sosial kemasyarakatan, maupun tugas-tugas kemanusiaan lainnya. Nilai agama harus hadir dalam aksi nyata,” tegasnya.


Dengan terbentuknya Unit PMR di Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri, para santri kini dibekali tidak hanya dengan pemahaman teologis tentang tolong-menolong, tetapi juga keterampilan praktis seperti pertolongan pertama, penanganan korban bencana, dan edukasi kesehatan masyarakat. Ke depan, inisiatif ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ekosistem relawan kemanusiaan di Lombok Barat. (Red)

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile