TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Ribuan "Dedare" Lombok Meriahkan Karnaval Bau Nyale di Mandalika

 

Lombok Tengah -Karnaval Budaya Siyu Dedare dalam rangka menyambut Festival Bau Nyale yang berlangsung di Kawasan Pantai Kuta Mandalika berlangsung meriah dengan menghadirkan ribuan peserta dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

ribRan gadis dan pemuda yang tampil sesuai kontingen kecamatan masing-masing,melakukan parade dengan mengenakan busana adat Sasak lengkap dengan iringan music gendang beleq.

Peserta laki-laki mengenakan busana Godek Nongkek, sementara peserta perempuan tampil anggun dengan balutan lambung dan kain songket khas Lombok, dipadu riasan wajah yang mencerminkan kecantikan tradisional perempuan Sasak.

Deretan kostum adat, iringan musik tradisional, serta ekspresi kebanggaan para peserta membuat suasana karnaval semakin hidup. Tak hanya menjadi tontonan, karnaval ini juga menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus pengingat akan kekayaan tradisi Lombok Tengah yang terus dijaga lintas generasi.

Dari pantauan wartawan, ratusan masyarakat di Lombok Tengah tumpah ruah untuk menyaksikan parade Siyu putri dengan sangat antusiasme yang begitu tinggi.

Salah seorang warga, Ayu, mengaku takjub dengan kemasan karnaval tahun ini. Menurutnya, suguhan Festival Bau Nyale kali ini terasa berbeda dan lebih berkesan.

“Ini sangat luar biasa. Tahun lalu juga menarik, tapi tahun ini terasa lebih hidup dan penuh makna. Benar-benar menggambarkan putri Mandalika zaman dulu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ahmad, warga lainnya yang sengaja datang ke Pantai Kuta Mandalika untuk menyaksikan Karnaval Budaya Siyu Dedare. Ia mengaku ingin menikmati seluruh rangkaian Festival Bau Nyale, mulai dari karnaval hingga malam puncak.

“Saya sengaja datang lebih awal untuk menonton karnaval ini. Nanti malam saya juga ikut menangkap nyale di Pantai Seger. Acaranya dikemas sangat luar biasa dan membuat kita bangga dengan budaya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan Karnaval Budaya Siyu Dedare rutin digelar karena memberikan dampak positif, baik bagi pelestarian budaya maupun sektor pariwisata daerah. 

Menurutnya, pemilihan kawasan Mandalika sebagai lokasi pelaksanaan merupakan upaya menghadirkan suasana baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Karnaval ini sengaja kita gelar secara rutin karena dampaknya sangat positif. Selain melestarikan budaya, juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Mandalika dipilih agar suasananya lebih segar dan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan,” ucapnya.

Ia berharap melalui karnaval ini, nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan menjadi daya tarik utama Lombok Tengah, khususnya dalam perhelatan Festival Bau Nyale yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile