SAVANANEWS — Genap satu tahun memimpin Lombok Barat, Bupati Lalu Ahmad Zaini bersama Wakil Bupati Nurul Adha memaparkan sejumlah capaian yang diklaim mulai dirasakan masyarakat mulai dari sektor birokrasi, keuangan daerah, hingga penataan kawasan strategis pasa refleksi setahun masa jabatan mereka pada Jum'at (20/02).
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan LAZADHA
Pada kesempatan itu, Pria yang akrab disapa LAZ itu menyebut tahun pertama kepemimpinannya sebagai fase penyesuaian. Ia menilai, pembenahan internal pemerintahan harus dilakukan lebih dulu sebelum seluruh program prioritas digerakkan secara penuh. LAZ mengatakan penilaian capaiannya ini diserahkan ke masyarakat.
"Hari ini, biarlah publik yang menilai dan merasakan langsung,” kata Zaini.
Salah satu capaian yang dikedepankan yakni indeks reformasi birokrasi Lombok Barat yang disebut tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator adanya perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan.
“Indeks reformasi birokrasi kita paling tinggi di NTB. Itu menandakan ada perubahan nyata. Perombakan organisasi kita lakukan secara soft, tanpa gejolak, dan selesai lebih dulu. Semua berbasis kinerja,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, Pemkab Lombok Barat disebut mulai menyiapkan skema pembiayaan tanpa bunga guna mendorong sektor riil. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Zaini mengakui ruang gerak anggaran menjadi tantangan utama pembangunan saat ini. Karena itu, strategi difokuskan pada optimalisasi belanja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dalam sejarah Lombok Barat, baru tahun ini PAD melampaui target sampai 100 persen, Ini bukan angka kecil di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” ungkapnya.
Target yang dipasang kata LAZ relatif tinggi, sebagai bentuk dorongan agar seluruh potensi daerah dapat dimaksimalkan demi menjaga kesinambungan pembangunan.
Di sektor infrastruktur misalnya, penataan ibu kota kabupaten di Gerung menjadi salah satu prioritas. Pemerintah memasang penerangan jalan umum di sejumlah ruas utama yang sebelumnya minim cahaya.
“Sekarang dari Lembar sampai Dasan Cermen terang benderang. Dari Rumak sampai Kediri juga sudah terang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan tidak hanya difokuskan di Gerung. Menurutnya, wilayah lain tetap mendapat perhatian dengan pendekatan pemerataan. Kawasan wisata Senggigi, misalnya, mulai ditata melalui pembangunan jogging track dan penertiban area publik untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Sekarang wisatawan ke Senggigi jauh lebih nyaman. Ini bagian dari kerja nyata yang kita gaungkan,” katanya.
LAZ menyadari ekspektasi publik terhadap pemerintah daerah cukup tinggi. Ia menyebut tidak semua program dapat direalisasikan sekaligus dalam waktu singkat, terutama di tengah tekanan fiskal. Karena itu, ia membuka ruang evaluasi dan kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.
“Kita berusaha menjalankan janji-janji itu secara bertahap. Tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya. (Red)
