
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kegiatan buka puasa bersama pemangku kepentingan ekonomi dan pelaku bisnis di Pendopo
SAVANANEWS – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan komitmennya untuk mendorong iklim usaha yang lebih ramah bagi pelaku ekonomi dan investor.
Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kegiatan buka puasa bersama pemangku kepentingan ekonomi dan pelaku bisnis di Pendopo Gubernur, Senin (16/3).
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal menyebut pemerintah daerah ingin menyesuaikan pola kerja agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Pemprov juga menempatkan diri sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk membuka ruang penyesuaian rencana pembangunan agar lebih relevan dengan kebutuhan investasi.
Ia mengakui, pada awal 2025 terdapat sejumlah rencana pembangunan yang belum sejalan dengan kebutuhan bisnis. Karena itu, pemerintah daerah membuka kemungkinan revisi guna mendukung masuknya investasi.
Selain itu, pelaku usaha juga diharapkan memberikan masukan terhadap kondisi dan arah perekonomian NTB ke depan.
Terkait pertumbuhan ekonomi, Pemprov NTB sebelumnya menetapkan target 6 persen pada 2025. Namun, realisasi pertumbuhan berawal dari kontraksi minus 1,47 persen di awal periode, sebelum akhirnya mencapai 3,22 persen pada akhir tahun.
Meski belum memenuhi target, pemerintah menilai terjadi peningkatan signifikan dibandingkan posisi awal. Untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi ditargetkan kembali berada di atas 6 persen, di tengah tantangan kondisi ekonomi global, nasional, dan daerah. (*)
