Lombok Barat – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti puluhan anak yatim dari Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Di bulan suci Ramadan ini, Pemerintah Desa Senggigi mengajak mereka berbelanja langsung pakaian Lebaran di salah satu toko pakaian di Kota Mataram, sekaligus berbuka puasa bersama, Rabu (11/03).
Pemerintah desa Senggigi bersama Puluhan Anak yatim piatu (Dok. Humas Pemdes Senggigi)
Sebanyak lebih dari 75 anak yatim dilibatkan dalam kegiatan sosial tersebut. Dengan penuh semangat, anak-anak tampak memilih sendiri baju yang mereka sukai untuk dikenakan saat Hari Raya Idulfitri nanti.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Desa Senggigi terhadap anak-anak yatim agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran seperti anak-anak lainnya.
Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk terus menumbuhkan nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, khususnya di momentum Ramadan yang identik dengan berbagi.
“Ini adalah salah satu program pemerintah desa Senggigi sebagai perhatian untuk anak anak yatim kita di Senggigi. Kami ingin anak-anak yatim kami di Desa Senggigi juga merasakan kegembiraan menjelang Idulfitri dengan memiliki baju baru seperti anak-anak lainnya,” ujar Mastur.
Kegiatan ini kata Mastur sudah digelar selama tiga kali dalam tiga tahun terakhir. "Kita adakan satu hari bersama anak yatim, dimana program ini sudah berjalan tiga tahun dan pada hari ini memasuki tahun ketiga kita berikan santunan ke anak yatim," katanya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak dengan mengajak mereka langsung memilih pakaian yang mereka inginkan.
“Kami sengaja mengajak mereka langsung ke toko agar mereka bisa memilih sendiri baju yang disukai. Harapannya, mereka benar-benar merasa bahagia dan dihargai,” harapnya.
Selain berbelanja baju Lebaran, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama, yang diharapkan dapat mempererat hubungan kekeluargaan antara pemerintah desa, masyarakat, dan anak-anak yatim.
Mastur menambahkan bahwa kegiatan santunan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperhatikan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka dan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, terutama kepada anak-anak yatim,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu anak yatim penerima manfaat, Nova Dwi Safitri, mengaku sangat senang bisa ikut dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan pengalaman memilih sendiri pakaian Lebaran menjadi momen yang sangat berkesan baginya.
“Senang sekali bisa beli baju baru dan diajak berbuka puasa bersama teman-teman. Terima kasih kepada pemerintah desa yang sudah mengajak kami,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang di bulan suci Ramadan. (Red)
