TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Safari Ramadan NTB Jangkau Dompu, Bima hingga Lombok Tengah

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di sejumlah kabupaten/kota. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 4 Maret 2026 itu diisi dengan peninjauan program sosial, pengendalian harga pangan, penanganan stunting, hingga aksi lingkungan.


Rangkaian kegiatan diawali di Kabupaten Dompu pada Ahad (1/3/2026). Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, meninjau pelaksanaan program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja, termasuk melihat kondisi rumah warga yang tergolong tidak layak huni.


Menurut Wagub, program tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat desa.

“Program Desa Berdaya bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita mendorong kemandirian ekonomi warga, memperbaiki kualitas hidup, dan memperkuat daya tahan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.


Di Dompu, rombongan juga menyalurkan bantuan sosial melalui Baznas NTB bagi lansia, penyandang disabilitas, serta bantuan renovasi musala. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon dan Safari Ramadan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua.


Keesokan harinya, Senin (2/3/2026), Safari Ramadan berlanjut ke Kota Bima. Wagub memulai agenda dengan inspeksi ke Pasar Amahami untuk memantau stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.


“Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pangan tersedia hingga akhir Ramadan,” katanya.


Wagub juga menghadiri Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Wali Kota Bima. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah.


“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kumpul, angkut, buang. Kita harus mulai dari sumbernya,” tegasnya.


Agenda dilanjutkan ke SMK Negeri 3 Kota Bima untuk berdialog dengan guru dan siswa serta meninjau karya pelajar.


Pada hari yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tiba di Kota Bima dan meninjau program intervensi keluarga berisiko stunting melalui KDKPM (Keluarga Dampak Kemiskinan Prioritas Masyarakat). Ia menilai penanganan stunting perlu pendekatan menyeluruh.


“Stunting tidak hanya soal gizi. Ia berkaitan dengan sanitasi, kondisi rumah, pola asuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu pendekatannya harus komprehensif,” ujarnya.


Gubernur juga menghadiri kegiatan Lentera Ramadan di Masjid Agung Al-Muwahidin. Ia menyebut kegiatan Ramadan tahun ini digelar bergilir di berbagai daerah agar manfaatnya lebih merata.

“Pembangunan tidak boleh hanya berputar di satu kota, tetapi harus dirasakan dari Ampenan sampai Sape,” katanya.


Pada Selasa (3/3/2026), Safari Ramadan berlanjut ke Kabupaten Bima. Gubernur meninjau lokasi terdampak banjir bandang serta kondisi anak-anak sasaran program stunting di Desa Nggembe. Ia menegaskan perlunya solusi jangka panjang dalam penanganan bencana.


“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita harus memastikan ada solusi permanen,” tegasnya.


Di Desa Donggo, Gubernur menerima laporan terkait keterbatasan akses air bersih akibat belum tersedianya jaringan pipa.

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada jaringan pipa,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Lombok Tengah pada Rabu (4/3/2026). Di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Gubernur bertemu pendamping Desa Berdaya untuk membahas penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.


“Persoalan kemiskinan harus diorkestrasi bersama agar intervensi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” katanya.


Gubernur juga melakukan penanaman pohon di kawasan Benang Kelambu bersama jajaran Balai KPH Wilayah I Dinas LHK NTB.

“Lingkungan adalah fondasi kehidupan. Kalau alam rusak, maka pembangunan akan kehilangan pijakan,” ujarnya.


Safari Ramadan ditutup dengan kegiatan Lentera Ramadan di Lapangan Jelojok Kopang, Lombok Tengah, yang diisi bazar UMKM dan kegiatan sosial bersama masyarakat.


Di akhir rangkaian kegiatan, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” pungkasnya.

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile