TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Tekan Lonjakan Harga, Pemkab Datang 1 Ton Cabai

Lombok Tengah – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah mendatangkan sebanyak 1 ton cabai dari Sulawesi Selatan sebagai Langkah cepat menekan lonjakan harga di pasaran.

“Ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” ujar Direktur Keanekaragaman Pangan Badan Pangan Nasional Rinna Syawal kepada wartawan saat menerima cabai di Bandara Lombok (1/2).

Ia menjelaskan, Bapanas mendatangkan pasokan dari sentra produksi yang harganya masih lebih rendah dibandingkan di Lombok Tengah. Sementara biaya transportasi sepenuhnya difasilitasi melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan.

Dengan dukungan pembiayaan distribusi tersebut, harga cabai rawit di tingkat pedagang ditetapkan berkisar antara Rp68 ribu hingga Rp73 ribu per kilogram. 

“Selama proses penjualan, distribusi dan harga akan diawasi langsung oleh Bapanas bersama dinas terkait di Loteng untuk memastikan tidak ada permainan harga di lapangan,” jelasnya.

Rinna juga memastikan langkah ini tidak akan merugikan petani lokal. Pasokan dari luar daerah dilakukan karena produksi cabai di Lombok Tengah saat ini sedang rendah akibat faktor cuaca, sehingga diperlukan tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Ini tidak akan berdampak pada petani, karena kondisi produksi lokal memang sedang terbatas. Tujuannya semata-mata untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menyampaikan apresiasi atas dukungan Bapanas dalam membantu menekan harga cabai di daerahnya. Ia mengakui pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya mencari solusi dari berbagai sisi, termasuk memantau langsung proses budidaya di tingkat petani.

“Dengan kondisi harga saat ini, kami di pemda sudah berusaha ke mana-mana, termasuk melihat langsung proses budidaya di tingkat petani. Namun memang ada faktor iklim yang memengaruhi sehingga harga menjadi tinggi. Apalagi saat ini kebutuhan meningkat karena Ramadan,” katanya.

Cabai yang didatangkan tersebut rencananya akan didistribusikan kepada pedagang di Pasar Renteng, Jelojok, Batukliang (Barabali), dan Sengkol. 

“Pemerintah berharap distribusi ini bisa langsung berdampak pada penurunan harga di tingkat konsumen,” imbunya.

Ia menegaskan, jumlah 1 ton sebenarnya masih belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun ia optimistis tambahan pasokan ini dapat mengurangi beban warga dan menstabilkan harga di pasaran.

“Ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi, tetapi kami berharap bisa mengurangi beban masyarakat. Ke depan, kami juga akan menyiapkan langkah jangka panjang agar persoalan seperti ini tidak terus berulang setiap tahun,” tutupnya. (Man)

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile