![]() |
| Ilustrasi |
Lombok Tengah – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional 80 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Lombok Tengah Muhammad Ihsan mengatakan penutupan sementara puluhan SPPG oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, disebabkan karena dapur belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Banyak SPPG ini, mereka memiliki tempat pembuangan tapi belum sesuai. Jadi IPAL yang standar inilah yang belum dimiliki oleh mitra-mitra kita yang ada di Lombok Tengah,” ujaranya.
Selain IPAL, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga yang belum dimiliki oleh SPPG juga menjadi faktor penyebab penutupan sementara operasioal oleh BGN.
“Ini ada beberapa yang kemarin sudah operasional namun belum memiliki SLHS,” jelasnya.
Ia menegaskan, BGN sudah memberikan waktu kepada SPPG untuk melakukan operasional sambil mengurus SLHS, namun faktanya masih banyak yang belum mengurus.
“Namun Ketika waktu pengurusan SLHS belum terbit maka akan SPPG tersebut akan ditutup sementara,” tegasnya.
Upaya ini untuk memastikan agar anak-anak penerima manfaat di Kabupaten Lombok Tengah, menerima paket Makan Bergizi Gratis dari dapur yang sudah sesuai standar Badan Gizi Nasional.
“Jadi jangan sampai dapur SPPG ini yang tujuan utamanya untuk memberikan pelayanan gizi pada anak kemudian untuk menghidupkan ekonomi lokal, justru menimbulkan masalah baru terutama lingkungan yang tidak sehat,” tandasnya. (Man)

