TfW0GfCpGSd9TSOoGpCpBUG5

Diterkam Anjing Liar Saat Main Layangan, Bocah 11 Tahun di Lombok Timur Meninggal Dunia

Seorang bocah berusia 11 tahun meninggal dunia setelah diduga diserang sekelompok anjing liar 


Lombok Timur
– Peristiwa tragis menimpa seorang anak di Dusun Presak, Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Senin (13/4/2026) sore. Seorang bocah berusia 11 tahun meninggal dunia setelah diduga diserang sekelompok anjing liar saat bermain di area persawahan.


Korban diketahui bernama Riadil Jinan, siswa kelas IV MI Darul Fikri Gelogor Semaya. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA ketika korban tengah bermain layang-layang bersama temannya, sekitar 600 meter dari rumahnya.


Berdasarkan keterangan saksi, situasi mendadak berubah mencekam saat empat ekor anjing liar tiba-tiba menyerang korban. Saksi yang panik langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.


Seorang warga yang berusaha menolong korban turut menjadi sasaran serangan dan mengalami luka gigitan di bagian tangan.


Warga kemudian segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Sikur untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan akibat pendarahan hebat.


Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan korban mengalami luka gigitan serius di beberapa bagian tubuh, termasuk leher, punggung, dan perut yang menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar.


Kapolsek Sikur, AKP Saiful Hadi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari visum hingga koordinasi dengan unit Inafis Polres Lombok Timur dan instansi terkait.


“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Kami bersama pihak kecamatan dan petugas kesehatan hewan telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan terhadap anjing liar yang berpotensi membahayakan warga,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman hewan liar di lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa.


Sementara itu, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum, serta menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. (Red)

0Comments

Tambahkan komentar
adsvert
adsvert
adsvert
adsvert

Info

  • Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
  • +0123456789
  • info@domainku.com

About Me

myPhoto
Admin
Situs berita terpercaya yang mengunggulkan nilai kesantunan lugas dan keberimbangan dalam merangkum ragam peristiwa pendidikan, sosial, budaya, olahraga, politik, hukrim dan lainnya.
View my complete profile