Lombok Timur - Warga keluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka minta Bupati turun lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung. 
Gas Elpiji Subsidi
Salah seorang warga Marniati (37) mengaku kesulitan menemukan gas LPG. Ia telah berusaha keliling untuk menukar gas LPG, namun tak kunjung membuahkan hasil.
“Saya keliling hingga keluar kecamatan panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat,” ucap Marniati, Selasa (31/3/2026).
Hal tersebut tentu menjadikan kendala aktivitas memasak ibu rumah tangga seperti Marniati. Ia mengaku untuk sementara numpang masak dirumah tetangga, sembari berusaha mencari ditempat lain.
“Kalau masak nasi kan masih bisa pakai rice cooker, tapi untuk masak lauk kan gak bisa, harus pakai gas, makanya tadi sempat numpang di rumah tetangga untuk masak untuk lauknya,” pungkas Marniati.
Tak hanya sampai disitu, kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan para pengecer nakal yang menaikan harga diatas harga eceran tertinggi (HET). Dari informasi yang dihimpun, para pengecer menjual Rp. 22.000 hingga Rp. 30.000, dari harga yang seharusnya yakni Rp. 18.000 per tabung.
“Bupati tidak jelas, katanya tidak ada kelangkaan dan harganya juga tidak sesuai HET. Coba turun cek langsung ke lapangan jangan memantau dan terima laporan saja,” cetus warga lainya Rusdianto (45). (Red)
