| Lalu Muhamad Iqbal Menyalami Pengurus MUI NTB Periode 2025-2030 yang baru dilantik |
Mataram - Umat muslim di Nusa Tenggara Barat menghadapi
banyak masalah sosial. Salah satunya yang sensitif adalah pelecehan seksual.
Gubernur HL Muhamad Iqbal berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB berperan
lebih sensitif.
"Banyak terjadi pelecehan seksual justru di institusi
pendidikan Islam kita. Jangan sampai muncul stigma pondok pesantren kita rentan
terhadap kejahatan seksual", tegas Gubernur sembari berharap MUI lebih
berperan dalam ijtihad sosial.
Hal itu dikatakannya saat pelantikan pengurus MUI NTB
periode 2025 - 2030 yang dihadiri pula oleh Menteri Agraria Tata Ruang/ Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Nusron Wahid, SS, MSi di Auditorium UIN
Mataram, Sabtu (11/04/2026).
Masalah lain adalah kemiskinan ekstrim yang jumlahnya 114
ribu kepala keluarga di 106 desa sebagai salah satu program strategis Pemprov
NTB selain ketahanan pangan dan pariwisata berkualitas.
Gubernur Iqbal mengatakan, pembangunan spiritual tidak
disebutkan menjadi program strategis karena telah menjadi kewajiban bagi
pemerintah yang menjamin program lain
tercapai karena perilaku spiritual yang baik.
Sementara itu, Menteri ATR/ BPN dalam kuliah kebangsaannya
di acara yang sama mengingatkan pula bahwa tegaknya negara karena ilmu para
ulama, keadilan hukum dan politik yang menyejahterakan rakyat.
"Maka MUI sebagai wadah berkumpulnya para ulama
memiliki peran besar", sebut Nusron.
Dirinya menyitir pesan ulama besar Abdul Qodir Jaelani yang
mencirikan ulama yang patut diikuti
adalah ulama yang memiliki ilmu dengan referensi keilmuan (sanad) yang jelas
hingga Nabi Muhammad, mendedikasikan hidupnya dengan ibadah dan yang terpenting
takut kepada Alloh SWT.
Ketua MUI Pusat bidang Informasi, Komunikasi dan
Digital, KH Masduki Baidlowi, MSi yang
melantik pengurus MUI NTB menambahkan bahwa tantangan MUI perihal keumatan
adalah kepercayaan kepada para ulama.
"Ini karena otoritasnya tergerus dan diambil oleh algoritma
media sosial yang kecenderungannya mengabaikan substansi dan keilmuan tapi
menggantinya dengan isu viral yang lebih banyak bersifat kurang penting dan
dangkal.
Ketua MUI terpilih, Dr TGH Badrun, MPd dalam kesempatan
tersebut mengatakan, MUI NTB dengan 124 orang yang terdiri dari guru besar,
doktor, ulama dan cendekiawan yang siap mendukung program pemerintah dalam hal
pembangunan umat. (RS)
