Lombok Tengah – Kejuraraan Nasional Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026, Kembali di gelar di Pertamina Mandalika International Circuit Lombok mulai 24-25 April.
Gelaran Mandalika Racing Series
tahun 2026 sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan hadirnya kelas baru
yakni Kelas Junior Sport 250 U-18 yang akan menjadi tahapan penjenjangan dari kelas
sebelumnya yakni Junior Sport 150 U-15.
“Jadi kalau tahun lalu ada Junior
Sport 150 dibawah U-15. Tahun ini dibikin Junior Sport 250 U-18,” kata Direktur
Utama MGPA, Priandhi Satria kepada Media. Sabtu (25/4).
Hadirnya kelas baru ini menjadi
perhatian terutama dalam pembinaan pembalap usia muda dan melahirkan
bakat-bakat baru yang potensial dan siap tampil kompetitif di jenjang yang
lebih tinggi.
“Jadi yang tahun lalu sudah dirasa
bagus oleh panitia, dinaikan menjadi peserta di kelas 250. Ini penjenjangan ya,”
jelasnya.
Disisi lain dalam MRS kali ini,
juga dibuat kelas baru lain yakni Indonesia Junior Talent Cup menjadi nama menggantikan
nama Kelas Junior Sport 150 U-15 tahun sebelumnya. Kelas ini didukung oleh
SARGA Motorsport merupakan di bentuk komitmen nyata untuk mengembangkan talenta
muda Indonesia menuju level dunia.
“Kelas Indonesia Junior Talent
Cup Kelas ini akan menjadi ajang pencarian talenta muda sekaligus kompetisi
bagi pembalap dari berbagai sekolah balap termasuk SARGA Academy dan akademi
lainnya yang ingin berkompetisi ke level yang lebih tinggi,”
Priandhi menilai, penyelenggaraan
putaran pertama Mandalika Racing Series sudah cukup baik dengan hadirnya
ratusan pembalap-pembalap muda, yang siap bersaing menjadi yang terdepan
menaklukan Sirkuit Mandalika.
“Jumlah peserta sudah mencapai
102 starter. Cukup banyak di Indonesia Junior Talent Cup. Kelas pembibitan
cukup banyak dan kita berharap bertahaun terus sampai akhir tahun dan akan naik
kelas,” tutupnya.
Sementara itu, CEO Pride
Motorsport Eddy Saputra menjelaskan konsistensi penyelenggaraan Mandalika Racing
Series bukan hanya soal balapan melainkan juga sebagai ajang pembinaan para
talenta-talenta muda, agar bisa bersaing di kancah internasional.
“Kenapa kita ini karena mengingat
balapan mereka di Tingkat intenasional itu kelasnya 250. Secara postur badan
memang belum mencukupi, tapi sengaja kita buka biar mereka begitu balap di level
Asia atau dunia paling tidak sudah menguasai motornya,” ucapnya.
Dijelaskan, selama ini pembalap yang dikirim ke Asia atau Eropa itu umurnya sudah terlewat, sehingga mereka tidak bisa bersaing. Adanya kelas balapan dibawah umur 15 tahun agar mereka bisa bersangi di Tingkat Asia.
“Bahkan sekarang pembalap saya bebaskan umur 13 tahun sudah bisa ikut di kelas Sport 250 cc,” tutupnya. (Man)
