Lombok Tengah - Bupati Lombok
Tengah, Lalu Pathul Bahri membuka secara resmi Musrenbang RKPD Kabupaten Loteng
tahun 2027 yang berlangsung di Swiss
bellcourt hotel Lombok. Rabu (8/4)
Dalam kegiatan tersebut turut
hadir Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M. Nursiah, ketua DPRD Loteng, H. L.
Ramdhan, anggota FKPD Loteng, perangkat daerah Loteng, Tokoh Masyarakat dan
akademisi.
Dalam sambutan, Lalu Pathul Bahri
menyampaikan kondisi makro kabupaten Lombok Tengah dilihat dari indeks
pembangunan manusia (IPM) yang meningkat, dimana posisi stunting Lombok Tengah
berada di 9,81 dan angka kemiskinan Lombok Tengah 10,14 yang terindikasi
semakin baik.
“Dilihat dari indikator makro
angka harapan hidup di Lombok Tengah di angka 74,” terangnya.
Disisi lain, masyarakat Lombok
Tengah sudah menuju senang jika dilihat dari sisi angka kebijakan. Dimana
seluruh RT, kadus, petani dan petani tembakau serta kader posyandu sudah
terjamin uang tunjangan kematian. Sedangkan di kabupaten lain belum.
“Hanya saja untuk angka
pengangguran semakin bertambah, karena faktor pembangunan yang kurang,”
pungkasnya.s
Sementara itu, Pemerintah
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan sebanyak 17 desa di Kabupaten
Lombok Tengah (Loteng) sebagai lokasi prioritas dalam program percepatan
penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2025.
“Penetapan tersebut tertuang
dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-569 Tahun 2025 tentang lokasi
prioritas pelaksanaan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi
NTB,” ujar Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat menjadi
narasumber pada kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Baiq Nelly, penetapan
desa prioritas ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam
memastikan intervensi program lebih tepat sasaran.
Kemudian penanganan kemiskinan
ekstrem harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, dengan
fokus pada desa-desa yang memang membutuhkan percepatan penanganan.
“17 desa yang menjadi prioritas
penanganan kemiskinan ekstrim tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya
Batukliang, Batukliang Utara, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya
Tengah, Pringgarata, hingga Pujut,” katanya.
Lanjut Baiq Nelly, adapun desa
yang masuk dalam kategori prioritas yakni Desa Barabali, Beber, Tanak Beak,
Labulia, Sukarara, Ubung, Kateng, Penjajak, Selong Belanak, Kabul, Pandan
Indah, Kelebuh, Pemepek, Bangket Parak, Sengkol, Tanak Awu, dan Tumpak
“Keberhasilan program ini
membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, perangkat desa,
maupun dukungan masyarakat,” tuturnya.
Untuk itu tambanya, program ini
mencakup berbagai intervensi, mulai dari peningkatan akses layanan dasar,
penguatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur penunjang.
“Langkah ini diharapkan angka
kemiskinan ekstrem di Lombok Tengah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus
meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” tandasnya. (Man)

