![]() |
| PMI Lombok Barat Gandeng Prime Plaza Hotel, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sektor Pariwisata |
Mataram – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat menggelar pelatihan penanggulangan bencana dan keselamatan bagi tenaga perhotelan di Prime Plaza Hotel Mataram, Rabu (15/4). Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan hotel sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di sektor pariwisata.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai materi penting, mulai dari penanganan keadaan darurat, evakuasi tamu, pertolongan pertama, hingga simulasi tanggap bencana. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang koordinasi saat situasi krisis agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur.
Kepala Markas PMI Lombok Barat, Lalu Taufik, mengatakan sektor perhotelan menjadi salah satu titik vital dalam situasi darurat, mengingat tingginya mobilitas wisatawan. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia di hotel sangat penting untuk meminimalisir risiko korban jiwa saat terjadi bencana.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat kapasitas masyarakat, termasuk sektor perhotelan, dalam menghadapi potensi bencana," kata Taufik.
Menurutnya, Tenaga hotel memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan tamu, sehingga harus memahami langkah-langkah evakuasi, pertolongan pertama, dan koordinasi saat kondisi darurat.
"Kami berharap ilmu yang diberikan hari ini bisa diterapkan dengan baik dan menjadi budaya keselamatan di lingkungan kerja,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen Prime Plaza Hotel Mataram menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata, terutama di Lombok.
Pihak hotel berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri karyawan dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memberikan rasa aman bagi para tamu yang menginap.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PMI dalam memperluas edukasi kebencanaan di berbagai sektor, tidak hanya di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga di dunia usaha. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terbentuk budaya sadar bencana yang kuat, khususnya di kawasan pariwisata Lombok Barat. (Red)

