Lombok Tengah – Balapan kedua (Race 2) GT World Challenge Asia 2026 powered by AWS yang digelar di Mandalika International Circuit, Minggu (3/5), menghadirkan pertarungan sengit sepanjang 36 lap atau 155,16 kilometer. Dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan kering, para pembalap dituntut tampil konsisten sekaligus cermat dalam strategi pit stop dan pengelolaan ban.
Sejak start,
persaingan langsung terbentuk di barisan depan dengan gap yang
sangat rapat. Dominasi akhirnya ditunjukkan pasangan Anthony Xu Liu/Loek Hartog
dari Phantom Global Racing yang mengendarai Porsche 911 GT3 R (992) Evo.
Keduanya tampil tanpa cela dan mengamankan kemenangan overall sekaligus
juara kelas Pro-Am dengan waktu 1 jam 1 menit 20,722 detik. Keunggulan mereka
dibangun lewat konsistensi lap demi lap serta minim kesalahan
di fase krusial balapan.
Posisi kedua ditempati rekan
sesama pengguna Porsche dari Absolute Racing, Ruohan Huang/Alessandro Ghiretti,
yang finis dengan selisih 15,889 detik. Sementara podium ketiga menjadi milik
wakil Indonesia, Andrés Pato/Jaxon Evans dari Audi Sport Asia Team Phantom,
yang menunjukkan performa kompetitif dengan Audi R8 LMS GT3 EVO II dan hanya
terpaut sekitar 19 detik dari pemenang.
Persaingan juga tak kalah menarik
di kelas lain. Akash Nandy dari Absolute Racing tampil impresif merebut
kemenangan kelas Silver sekaligus finis keempat secara keseluruhan menggunakan
Lamborghini Huracan GT3 EVO2. Di kelas Silver-Am, duet Dean Yu Hao Chen/Jiatong
Liang dari Craft-Bamboo Racing berhasil keluar sebagai pemenang setelah
mempertahankan konsistensi di tengah tekanan lawan.
Balapan ini diwarnai sejumlah
drama yang memengaruhi hasil akhir. Penalti waktu diberikan kepada beberapa
tim, termasuk mobil nomor 918 dari Absolute Racing yang mendapat tambahan 5
detik akibat insiden tabrakan, serta mobil nomor 5 dari Team Studie yang
menerima penalti 42 detik karena melanggar batas lintasan. Faktor-faktor ini
menjadi bukti bahwa selain kecepatan, disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi
sangat menentukan posisi akhir.
Partisipasi pembalap Indonesia
tetap menjadi perhatian dalam balapan ini. Selain podium dari Andrés Pato,
pasangan Setiawan Santoso/Bi Huang Zhou di kelas AM mampu menyelesaikan lomba
meski berada di luar posisi tiga besar. Namun, hasil kurang beruntung dialami
pembalap Indonesia lainnya, Sean Gelael, yang membela tim Garage 75. Ia harus
menghentikan balapan lebih awal dan dinyatakan tidak finis (DNF) setelah hanya
menempuh sebagian kecil dari total lap.
Direktur Utama MGPA, Priandhi
Satria, menilai Race 2 berlangsung sangat kompetitif dan mencerminkan
tingginya level balap GT3 di Asia. “Balapan hari ini benar-benar menunjukkan
kualitas kompetisi yang luar biasa. Persaingan ketat terjadi di semua kelas dan
memberikan tontonan yang menarik bagi para penggemar motorsport,”
ujarnya.
Terkait hasil yang dialami Sean
Gelael, Priandhi menyebut bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika
balap yang tidak terhindarkan. “Dalam motorsport, hal-hal seperti
ini bisa terjadi kapan saja. Tentu kami menyayangkan Sean tidak bisa
menyelesaikan balapan, tetapi ini bagian dari kompetisi,” katanya.
Priandhi Satria juga menegaskan
dukungan penuh MGPA terhadap kiprah pembalap Indonesia di level internasional.
“Sean adalah salah satu pembalap Indonesia yang berpengalaman di level dunia.
Kami di MGPA akan terus mendukung semua pembalap yang berkiprah di jenjang
Internasional dan pembalap bisa menggunakan sirkuit ini untuk berlatih,”
tambahnya.
Secara keseluruhan, Race 2 di The
Mandalika kembali menegaskan kualitas ajang GT World Challenge Asia yang
kompetitif dan merata. Kehadiran berbagai pabrikan besar seperti Porsche, Audi,
Lamborghini, Ferrari, BMW, dan Mercedes-AMG, serta ketatnya persaingan di
setiap kelas.
Hasil Balap Mandalika Festival
of Speed
Krida Agya Kartini Race:
Alinka Hardianti Tangguh Tak Terbendung
Semangat emansipasi wanita di
lintasan balap terpancar nyata dalam gelaran Krida Agya OMR Kartini Race yang
berlangsung di Mandalika International Circuit. Balapan yang memakai
spesifikasi mobil Toyota Agya ini, berhasil menyuguhkan persaingan sengit, meski
akhirnya didominasi oleh tim Women in Motorsport.
Pembalap wanita kenamaan
Indonesia, Alinka Hardianti, yang mengendarai mobil nomor pintu 4, menunjukkan
kelasnya dengan keluar sebagai juara pertama (Winner). Alinka
tampil sangat dominan sejak awal hingga bendera finis dikibarkan.
Keperkasaan tim Women in
Motorsport semakin lengkap setelah dua pembalap mereka lainnya berhasil
mengamankan posisi podium. Clio Tjonnadi berhasil finis di urutan kedua dengan
selisih waktu +24.873 detik. Sementara itu, pembalap senior Alexandra Asmasoebrata
menyusul di posisi ketiga dengan margin +26.550 detik dari pemimpin lomba.
Di luar posisi podium, Audya
Anjani dari tim Krida menempati posisi keempat dengan jarak waktu +1:06.734
detik. Di posisi kelima, pembalap dari tim Cargloss Motorsport, Ine Rosdiana,
harus puas dengan selisih waktu +1:11.490 detik.
Sementara itu, tim Putkar Reborn
yang menurunkan Patricia Revalina finis di urutan keenam. Dua pembalap
terakhir, Belove Athaya dan Vivit Fariana, tertinggal satu putaran (+1 Lap)
dari sang juara.
Ajang Kartini Race ini tak hanya
menjadi wadah kompetisi, tetapi juga membuktikan bahwa talenta pembalap wanita
Indonesia memiliki kualitas yang sangat bersaing di sirkuit internasional.
Subaru BRZ Super Series 2026
Balapan Race 2 Subaru BRZ Super
Series 2026 di Mandalika International Circuit berlangsung ketat dalam 15 lap (64,65
km), dengan persaingan sengit di hampir semua kelas. Demas Agil dari Dewa
United Motorsport keluar sebagai pemenang setelah tampil konsisten dan mencatat
waktu 32:14,683 detik. Ia unggul tipis 1,581 detik dari Rio SB (Rizqy
Motorsport x Green Plafon Racing) yang juga mencetak lap tercepat 1:53.257.
Posisi ketiga overall sekaligus
juara kelas AM diraih Daniel Sutrisno. Di kelas Pro-Am, Henri tampil impresif
dari grid kesembilan untuk finis keempat overall dan
menjadi yang terbaik di kelasnya, diikuti Sudarmono dan Denny Rommel.
Di kelas AM, Hery Wirawan dan
Rian Rizky tampil konsisten, sementara kelas Rookie dimenangkan Yoshihiro
Fajaryanto.
Balapan juga diwarnai kendala,
termasuk Fitra Eri yang finis di luar posisi depan setelah kehilangan satu lap,
serta Subhan Aksa dan Agung Setyadhi yang tidak menyelesaikan lomba. Penalti
waktu pada mobil nomor 12 yang dikendarai Victor Sanjaya dari Mighty Racing
Team turut mempengaruhi hasil akhir.
Superstar Sportscar Series:
Yasuo Iriawan Dobel Winner
Mandalika International Circuit
jadi saksi persaingan sengit dalam gelaran Superstar Sportscar Series Race 1
dan 2. Balapan ini menampilkan dominasi kendaraan kelas atas, terutama dari
pabrikan Porsche yang berhasil menguasai posisi depan.
Pembalap Yasuo Senna Irawan, yang
mengendarai Porsche 991 GT3 Cup dengan nomor mobil 36, berhasil keluar sebagai
pemenang utama (Winner) pada Race 1 dan 2. Yasuo menunjukkan performa
yang sangat konsisten sepanjang balapan, untuk mengamankan podium tertinggi.
Dalam dua race, Yasuo dibayangi oleh Nadeem Rustombi, yang juga memacu Porsche 991 GT3 Cup. Meskipun berusaha mengejar, Rustombi harus puas finis di posisi kedua dengan selisih waktu +9.699 detik dari sang juara. Di Race 2 Nadeem Rustombi kembali finish di posisi kedua dengan selisih 40,026 detik.
Michael Junus (BMW M2 #18)
melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih cukup jauh, yakni +1:40,074
detik. Di Race 2, Michael Junus kembali menempati posisi ketiga dengan selisih
1:30,357 detik. Di belakangnya, Rizqy (#251), Fendy Yoman (#78) Yoshiro (#77),
disusul Aditya Tania (#8) menutup posisi ketujuh.
MFoS Time Attack Season 3
Gelaran Mandalika Festival of
Speed (MFoS) Time Attack Season 3 menyuguhkan persaingan sengit di sesi ketiga
yang berlangsung di Mandalika International Circuit. Dalam kondisi cuaca cerah
dan lintasan kering, para peserta tampil maksimal untuk mencatatkan waktu
terbaik mereka.
Yasuo Senna Irawan tampil sebagai
yang tercepat dengan catatan waktu impresif 1 menit 33,854 detik. Mengandalkan
Radical SR10 XXR, ia mendominasi sesi dan mencatatkan kecepatan rata-rata
tertinggi mencapai 165,32 km/jam.
Di posisi kedua, Muhammad Farras
Mahardika yang turun di kelas U150 dengan mobil F4 mencatatkan waktu 1 menit
40,318 detik. Selisih waktu 6,464 detik dari pemuncak menunjukkan betapa
kompetitifnya sesi ini. Farras juga mencatatkan performa solid dengan konsistensi
lap yang baik sepanjang sesi.
Sementara itu, Fandy Adianto
berhasil mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan sekaligus menjadi yang
terbaik di kelas Radical (RC). Ia membukukan waktu 1 menit 41,618 detik,
diikuti Igor Brainins dari Latvia yang menempel ketat di posisi keempat dengan
selisih kurang dari satu detik.
Persaingan di kelas RWC juga tak
kalah menarik. Angelica Amara menjadi yang tercepat di kelas tersebut dengan
catatan waktu 1 menit 47,556 detik. Ia unggul cukup jauh dari Erika dan Ine
Rosdiana yang masing-masing finis di posisi berikutnya di kelas yang
sama.
Nama lain yang turut mencuri perhatian adalah Jerhemy Owen yang finis di posisi kesembilan. Meski belum mampu bersaing di barisan depan, kehadirannya tetap menambah warna dalam kompetisi Time Attack yang semakin berkembang di Indonesia.
Apresiasi MGPA
Rangkaian balapan yang
berlangsung kompetitif di berbagai kelas itu, diapresiasi MGPA. “Bukan hanya GT
World Challenge Asia, tetapi juga balapan support race seperti Krida Agya
Karini Race, Superstar Sports, Subaru BRZ Super Series, hingga Mandalika Festival
of Speed berlangsung sangat kompetitif dan menarik. Ini menunjukkan ekosistem
balap di Mandalika semakin hidup dan beragam,” ujarnya.(Red)

