Lombok Tengah – Putaran kedua gelaran Kejuaraan Nasional Balap Motor Pertamina Mandalika Racing Series 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika mulai dari 19 hingga 21 Juni mulai menerapkan standar balap internasional sesuai regulasi Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
Langkah ini sebagai bagian dari
persiapan talenta pembalap Indonesia untuk bersaing di level dunia.
Ketua Pelaksana Mandalika Racing
Series 2026, Arif Syahbani mengatakan, Sejumlah aturan baru mulai diberlakukan
pada putaran kedua musim ini. Salah satunya adalah penerapan sanksi double long
lap penalty bagi pembalap yang melakukan jump start.
“Selain itu, pembalap yang
mengalami kerusakan motor saat sesi kualifikasi diwajibkan melapor kepada race
direction dan harus memulai balapan dari jalur pit (pit lane),” katanya.
Arif menegaskan, penyesuaian
regulasi dilakukan secara bertahap agar pembalap maupun tim dapat beradaptasi
dengan standar yang selama ini diterapkan dalam berbagai kejuaraan
internasional.
Tak hanya menyangkut aspek teknis
di lintasan, penyelenggara juga mulai memperkenalkan budaya disiplin dan etika
yang berlaku di area paddock maupun sirkuit.
“Salah satunya melalui penerapan
larangan merokok di area pit yang menjadi standar dalam ajang balap dunia,”
jelasnya.
Ia menilai, hal-hal kecil seperti
angat ini penting untuk dmembentuk attitude pembalap sejak dini agar ketika
mereka tampil di luar negeri, sudah terbiasa dengan budaya dan aturan yang
berlaku di ajang internasional.
Sebagai bagian dari peningkatan
pemahaman terhadap aspek keselamatan dan regulasi, seluruh peserta mengikuti
riders briefing dan track walk sebelum balapan dimulai untuk memperkenalkan karakter lintasan sekaligus
memberikan penjelasan terkait aturan baru yang diterapkan musim ini.
“Para peserta memahami bahwa
penerapan regulasi baru bukan sekadar pengetatan aturan, melainkan bagian dari
proses pembinaan menuju kejuaraan internasional,” imbuhnya.
Arif berharap, Mandalika Racing Series dapat terus melahirkan generasi baru pembalap nasional yang mampu mengikuti jejak Veda Ega Pratama, Ramadhipa, Arai Agaska, hingga Felix yang kini mulai menunjukkan kiprah di berbagai kejuaraan internasional. (Man)
