![]() |
| Dinas Pariwisata Provinsi NTB Gelar Sertifikasi Profesi Subsektor Ekonomi Kreatif di Salah Satu Hotel di Kawasan Wisata Senggigi (Foto Istimewa) |
(Mataram-Savana)Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner, melalui fasilitasi sertifikasi kompetensi profesi.
Kegiatan
Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Profesi Subsektor Ekonomi Kreatif dengan tema
Food and Beverage Product, Skema Chef de Partie, telah dilaksanakan pada 10–11
Agustus 2026 di Hotel Puri Saron Senggigi.
Kegiatan
yang diikuti oleh 20 peserta dari kalangan chef tersebut terlaksana melalui
kolaborasi dengan LSP Pariwisata Bina Kompetensi serta Asosiasi AMSIH HHRMA
Lombok.
Kegiatan
secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi
NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan, Mawardi, S.T., M.Par.
Dalam
sambutannya, Mawardi menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah
satu langkah strategis dalam memastikan tenaga kerja di sektor pariwisata dan
ekonomi kreatif memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar profesional.
“Harapan
kami semua bisa lulus dengan sempurna, kemudian bisa dimanfaatkan sertifikatnya
itu sebaik-baiknya,” ujar Mawardi.
Selama dua
hari pelaksanaan, peserta mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi yang meliputi
pembekalan materi oleh tim asesor, asesmen teori, serta observasi praktik
sesuai dengan standar kompetensi pada skema Chef de Partie.
Setelah
melalui seluruh tahapan asesmen, 20 peserta dinyatakan berhasil dan memperoleh
sertifikat kompetensi. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk nyata
komitmen Disparekraf NTB dalam meningkatkan kualitas SDM ekonomi kreatif agar
semakin kompeten, profesional, dan memiliki daya saing.
Sertifikasi
ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para peserta dalam
mengembangkan karier dan profesionalisme di industri food and beverage,
sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi
kreatif di NTB.
Keberhasilan seluruh peserta dalam memperoleh sertifikasi juga menjadi langkah positif dalam mewujudkan SDM kuliner NTB yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (**)

